Sabtu, 27 Februari 2021

Guru Mulia karena Karya, Membaca dan Menulis Satu Kucinya

 


Hari Jumat malam , 26 Februari 2021, Ibu Umi Rosidah berbagi inspirasi dan berbagi tips  dalam menulis dan meraih prestasi. Materi dengan  tema “Menjadi Guru yang Senang Menulis dan Meneliti”, beliau sampaikan di depan ratusan guru seluruh Indonesia alam acara rutin Belajar Menulis bersama Om Jay melalui WA. Acara murah meriah alias gratis ini benar-benar memberikan manfaat jika diikuti dengan serius, karena pematerinya adalah orang-orang atau guru berprestasi. Seperti malam itu Ibu Rosidah dari Kabupaten Kediri dengan sederet prestasi diantaranya juara Inobel Tingkat Nasional 2017, Melalui karya-karya tulis, beliau berhasil meraih Juara INOBEL Tingkat Nasional tahun 2017, dan 2018 mendapat kesempatan selama 21 hari short course di Jepang. Juara Apresiasi Guru Inspiratif, Kemendikbud tahun 2020.

Menurut beliau, salah satu motivasi terkuatnya adalah “guru mulia karena karya.”  Yang melecutnya untuk selalu belajar dan berkarya. Hal ini telah dibuktikannya dengan karya bukunya lebih dari selusin baik buku solo maupun tunggal. Bahkan ketika sedang sakit saat di negeri Jepang, beliau justeru mampu menulis sebuah novel.  Intinya beliau ingin memberikan motivasi malam itu bahwa guru harus memberikan contoh selalu belajar dengan selalu membaca dan menulis. Karena menulis itu juga satu bentuk karya guru. Beliau mencontohkan menulis berdasarkan penelitian, juga hasil diskusi dan pengalaman orang. Sehingga banyak karyanya selain antologi puisi juga hasil-hasil penelitian.

Guru harus mulia dengan karya, Karena dengan berkarya berarti guru sudah satu langkah lebih dekat untuk menjadi juara. dan yang lebih penting lagi guru adalah  teladan, jika guru terus belajar, maka peserta didiknya juga kan terus belajar. jika gurunya berhenti belajar maka peserta didiknya tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik, Tetapi janganlah kita berkarya hanya untuk menjadi juara, karena bisa jadi kita akan menghalalkan segala cara dan kecewa jika kita gagal menjadi juara. Berkaryalah untuk anak didik kita, meskipun kita gagal kita akan terus berkarya karena mendidik adalah bagian dari hidup kita

Aktivitas membaca merupakan modal utama untuk menjadi seorang penulis. dengan membaca akan memperkaya khasanah keilmuan kita, sehingga kita dapat melakukan sintesis dan menyajikan tulisan yang berkualitas sesuai dengan sudut pandang kita sendiri dan bukan hasil duplikasi.

Kenapa kita perlu menulis??

Karena dengan menulis serta melakukan penelitian inilah, telah mengantarkan beliau pada berbagai kegiatan lomba di  tingkat nasional sejak tahun 2015 . Karena menulis ini beliau mendapat kesempatan bertemu dengan bapak ibu guru hebat inspiratif  dari berbagai penjuru di tanah air. Karena menulis bertemu tokoh-tokoh  hebat, beremu bapak Menteri bapak Presiden serta mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sangat luar biasa,

Beliau menyatakan bahwa banyak orang yang ingin menjadi penulis, akan tetapi hanya sedikit yang berhasil mewujudkannya. Karena, dalam menulis itu banyak sekali kendala. Berikut kendalanya menurut Bu Umi. 

1.      Merasa tidak ada bakat,

2.      Sulit memunculkan ide,

3.      Tidak suka menulis,

4.      Sulit menerima kritik

5.      Tidak ada waktu untuk menulis.

 

Semua itu bisa diatasi jika kita mempunyai motivasi kuat berlatih dan berlatih secara terus menerus. Karena menulis pada dasarnya adalah sebuah ketrampilan. Semakin banyak berlatih akan semakin mudah melakukannya. Selain itu, kita harus memiliki komitmen yang kuat dalam menulis. Sehingga kita akan selalu ada waktu untuk menulis. Intinya kita harus konsisten. Begini penjelasannya ketika ditanyakan cara menjaga konsistensi menulis.

“Untuk menumbuhkan konsistensi menulis cara yang bisa kita lakukan hanya satu yaitu terus menulis, berusahalah untuk menulis setiap hari, walaupun hanya satu paragraf atau 2 paragraf hingga menulis menjadi karakter hidup kita. bisa kita contoh Om Jay, Konsistensinya sungguh luar biasa, beliau sudah membuktikan dengan menulis setiap hari maka menulis bukan suatu hal yang sulit lagi. jika kita sudah konsisten 1 atau 2 paragaraf kita naikkan menjadi satu lembar atau dua lembar setiap hari dan seterusnya, insyaallah kita bisa konsisten dengan menulis.”

Betapa bagusnya motivasi malam itu.

Beliau juga memberikan 4 tips  menjadi penulis yang baik, yakni kita harus melakukan hal-hal berikut. Membaca, diskusi, lihat dan rasakan, dan sosialisasi. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut maka kita akan semakin kaya ilmu, pengetahuan, dan wawasan. Selain itu, perbendaharaan kata yang kita kuasai pun akan semakin bertambah. Sehingga semakin banyak pula hal-hal atau ide-ide yang dapat kita tuangkan dalam sebuah karya berbentuk tulisan.

Statemen beliau di akhir pertemuan dengan  motivasi ampuhnya ,” Guru Mulia karena Karya.” Pesannya jangan pernah berhenti berkarya dan menginspirasi peserta didik kita, dalam bentuk apa pun karya itu. Jika semua dilakukan dengan sungguh, insyaalllah akan menemukan kesuksesan. Guru adalah teladan bagi anak di masa depan.

Acara belajar bersama Om Jay tentang menulis seperti ini dilaksanakan seminggu 3 kali dengan nara sumber berbeda-beda. Saat ini sudah mencapai 17 gelombang, yang rencana akan berakhir di Bulan Maret. Biasanya tugas meresume materi dilanjutkan menuliskan resumenya dalam blog pribadinya. Hingga pada akhirnya jika terkumpul sedikitnya 20 resume bisa dijadikan sebuah buku. Artinya peserta juga mendapatkan piagam lulus belajar bersama Om Jay dan PGRI.

Blitar, 27 Februari 2021

 

Oleh Hariyanto – Blitar

NP PGRI 13170200445

Tidak ada komentar:

Posting Komentar