Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Juli 2021

Menengok Angka CORONA Juli 2020 dan Juli 2021

 

gambar : Tribunnews.com


Menengok Angka CORONA   Juli 2020  dan Juli 2021

@artikel _hariyanto

 

 

 

              Bulan Juli 2020, semua terjadi . # 30 Nakes di Kabupaten Blitar terpapar positip Corona akibat olahraga dengan kelompoknya bersepeda #Ratusan Nakes di kota Jayapura terpapar Corona #Puluhan Nakes di Boyolali terpapar Corona. Semua berita itu seolah berita biasa, tetapi jika yang terpapar adalah Nakes (Tenaga Kesehatan) maka jadilah luar biasa. Lebih berbahaya lagi hampir semuanya menunjukkan ciri  OTG, (Orang Tanpa Gejala) selalu kelihatan sehar seperti orang umumnya.

            Bulan Juli 2020 fakta angka penularan virus semakin naik-semakin menanjak. DI awal Juli  sempat tembus angka 2000, begitu pula di akhir Juli tanggal 23 mencapai angka 1909 dan akan terus berfluktuasi dengan gejala naik. Di pertengahan Maret dulu tercatat puluhan, meningkat seiring bulan menjadi ratusan, dan ribuan. Tepat   di 31 Juli 2020  tembus 2008 jiwa perhari.

(CUPLIKAN Tulisan saya pada 1 Agustus 2020 lalu di Gurusiana )

Dengan mengamati angka coba bandingkan dengan keadaan setahun kemudian, JULI 2021. Sebuah judul berita :

Berita hari ini “BREAKING NEWS Rekor Baru Update Corona 6 Juli 2021: 31.189 Kasus Baru, 728 Kematian

Wow.......dalam 12 bulan angkanya naik 15 kali lipat.

Innalillahi wa inna ilaihi Rojiun. Semoga angka ini segera berhenti disini dan menjadi puncaknya agar segera turun angkanya. Aamiin.

Kalau dipikir-pikir kita jadi bingung....mengapa angka terpapar virus semakin naik sangat drastis di bulan ini. Sehingga kebijakan Pemerintah pun memberlakukan PPKM Darurat, dari 3 – 20 Juli 2021. Di kala hari Raya sudah dibatasi tidak boleh mudik. Pemberian vaksin terus dilakukan. Perintah memakai masker terus digalakkan. Apakah faktor adanya virus jenis baru yang bermutasi penyebabnya ?

Sungguh bulan Juli ini angka terpapar virus sangat fenomenal. Dimulai sejak tanggal 1 Juli 2021. Angka sudah tercatat di atas 20.000 perhari. 

Urutan rekor tertinggi terjadi di bulan Juli 2021 ini, baik dalam angka pertambahan maupun angka kematian harian.

Dari detik.com penulis kutip:

Tambahan kasus Corona tertinggi awalnya terjadi pada Kamis (1/7/2021). Saat itu, pemerintah melaporkan ada 24.836 kasus baru Corona dalam 1 hari.

Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak Corona dinyatakan terdeteksi di Indonesia pada Maret 2020.

Rekor kasus tertinggi kemudian berubah sehari kemudian. Pada 2 Juli 2021, pemerintah melaporkan ada 25.830 kasus positif COVID-19 baru.

Kasus positif Corona harian kembali memecahkan rekor pada Sabtu (3/7/2021) kemarin. Pemerintah menyatakan ada 27.913 kasus Corona baru. Artinya, ada hattrick kasus tertinggi Corona di Indonesia selama 3 hari berturut-turut.

Tak hanya kasus Corona yang memecahkan rekor. Angka kematian juga sempat memecahkan rekor pada 1 Juli 2021 dengan 504 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, catatan tertinggi kematian COVID-19 per hari terjadi pada 28 Januari. Rekor itu kini terpecahkan. Berikut ini catatan angka kematian tertinggi:

Rekor kematian COVID-19 (COVID-19 death) di RI:

28 Januari 2021: 476 orang
30 Juni 2021: 467 orang
29 Juni 2021: 463 orang
1 Juli: 504 orang (tertinggi)


Kini hari ini Selasa 6 Juli terjadilah “BREAKING NEWS Rekor Baru Update Corona 6 Juli 2021: 31.189 Kasus Baru, 728 Kematian

Beberapa ahli memperkirakan ini memasuki  fase ke tiga yaitu menghadapi puncak yang diperkirakan akhir Juli. Semoga benar adanya. Karena dengan menemui puncak angka artinya menjadi landai dan hilang.

Sementara ada ahli pandemi yang menyatakan Indonesia masuk dalam fase kritis  Fase mengerikan yaitu pertumbuhan angka terpapar diatas angka  yang ditetapkan PBB WHO . Dikutip dari cnnindonesia.com

Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo menilai pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia saat ini memasuki fase mengerikan setelah positivity rate atau rasio kasus positif Covid-19 melalui pemeriksaan swab test PCR tembus 51,62 persen pada Selasa (22/6 2021).

Windhu menyebut 51,62 persen merupakan positivity rate tertinggi selama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Dari temuan itu, dapat disederhanakan bahwa satu dari dua orang yang diperiksa Covid-19 menggunakan metode PCR dinyatakan positif Covid-19.

Windhu menjelaskan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal ini mengategorikan positivity rate dalam empat tingkatan. Pertama, kurang dari dua persen maka disebut insiden rendah atau low incidence. Kemudian 2-4,99 persen dikatakan fase sedang atau moderate; 5-19,9 persen disebut insiden tinggi atau high incidence; dan lebih dari 20 persen dikatakan selanjutnya sebagai insiden sangat tinggi atau very high incidence.

Sementara, Indonesia sudah terlalu sering masuk kategori very high incidence.

"Karena pemerintah selalu seolah mengecilkan kasus, mengecilkan risiko. Pemerintah aneh, selalu ingin membuat masyarakat terlena, 'kita bisa mengendalikan Covid-19, PPKM Mikro efektif kok', padahal sudah jelas-jelas kita tidak pernah berhasil mengendalikan pandemi," kata Windhu.

Windhu pun meyakini kasus Covid-19 lebih banyak dari data yang ada. Beberapa epidemiolog menurutnya telah memprediksi Covid-19 di Indonesia yang asli 8-20 kali lipat dari jumlah yang dilaporkan.

 

Sambil menulis artikel ini saya hanya bisa geleng kepala, tarik napas panjang-panjang dan istighfar. Doaku selalu semoga pandemi covid 19 ini segera berakhir. Aamiin.

 

Blitar, 6 Juli 2021

Hariyanto

Sabtu, 27 Maret 2021

Kurikulum Ngumpet

 


Kurikulum Ngumpet

Menarik sekali diskusi malam ini Sabtu 27 Maret 2021 di aplikasi Zoom Webinar APKS PGRI yang dibawakan oleh Dr. Capri Anjaya. Program webinar rutin oleh PGRI ini sangat membantu memperluas cakrawala guru dalam praktik baiknya di lapangan.

Malam ini berjudul “Kurikulum Ngumpet,” yang sebenarnya seperti bedah buku yang ditulis oleh beberapa penulis itu. Topik ini menarik, karena istilah “kurikulum Ngumpet” sebenarnya terjemahan dari hidden curiculum, yang lebih mementingkan karakter siswa. Hal ini yang sering dilupakan oleh seorang guru dan Kepala Sekolah. Demi memacu ketercapaian materi kurikulum terkadang nilai karakter yang perlu diberikan siswa terlupakan.

Kurikulum ngumpet ini bisa ditulis, bisa tidak tertulis. Berisi banyak hal yang didasarkan pada nilai-nilai karakter seperti religius, sosial, ekonomi, kedisipilinan , bernegara. Intinya seorang guru diingatkan bahwa kurikulum ngumpet adalah sarana ampuh untuk mentransfer menanamkan moral.

Guru harus segera berubah bukan hanya sebagai pengajar , tetapi juga menjadi pendidik.

Pelaksanaan di sekolah sama persis dalam tahapan pembinaan karakter yaitu  prinsipnya sama untuk menerapkan kurikulum ngumpet> 1) Diajarkan 2) Dibiasakan 3) Dilakukan konsisten (ada hukuman atau reward) 4) Dibiasakan lagi sehingga menjadi karakter.

4 langkah itu dapat dipraktekkan dalam pembelajaran sehari-hari. Misal dalam pembelajaran bahasa. Mengerjakan tugas membuat surat ijin dengan aturan menulis sendiri tidak boleh melihat karya teman. Jika ditemukan siswa ternyata ada yang melihat karya teman dengan maksud menyontek, maka anak tersebut harus diberikan “hukuman” dan segera diberi tahu bahwa dirinya salah. Setelah itu harus disadarai akan akibatnya serta tidak boleh diulangi. Pembelajaran seperti ini sering “tidak tertulis”dalam kurikulum. Justeru hal inilah yang perlu dikerjakan seorang guru sebagai praktik mendidik, dalam rangka melaksanakan “kurikulum ngumpet.”

Diskusi malam ini penting dan mengingatkan kembali pentingnya pendidikan karakter, pendidikan moral kepada siswa setiap waktu. Bagi pembaca yang ketinggalan acara tersebut, dalam melihat tayangan you tubenya. Linknya berikut ini :

WEBINAR APKS PGRI LIVE ON YOUTUBE KURIKULUM NGUMPET Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 19:00 WIB live streaming di Youtube https://youtu.be/UkXQd10lAO8

Kesimpulan: Kurikulum ngumpet yaitu kurikulum yang tidak tertulis tapi penting sekali. Maka segera pahamilah dan lakukanlan menanamkan nilai moral. Guru harus bisa menjadi teladan moral bagi lingkungan sekelilingnya.

 

Blitar, 27 Maret 2021

By. hariyanto

Kamis, 04 Februari 2021

PJJ dan Kebebasan Berkreasi Berkolaborasi

 

gbr. mediaindonesia.com

Di saat Pandemi Covid 19 ini dunia pendidikan sibuk dengan usaha Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan melibatkan banyak pihak, guru, siswa dan orangtua. Terjadilah banyak kebingungan dalam pelaksanaannya, karena seperti menghadapi situasi baru yaitu belajar secara daring (dalam jaringan) menggunakan alat tehnologi.  Bahkan juga dengan luring (luar jaringan) karena tidak ada jaringan internet, serta campuran antara daring dan luring.

Belajar mengenai PJJ kadang kita salah menafsirkan sebagai belajar yang terpisah oleh jarak saja. Padahal  ada kelanjutannya dengan dijembati media untuk pembelajaran, termasuk usaha pertemuan dengan siswa dan orangtua dengan protokol kesehatan dalam kurun waktu tertentu.

Ciri PJJ menurut salah satu pendapat :

1) Guru dan siswa terpisah oleh jarak (sering di anggap ciri satu-satunya)

2) PJJ berbeda dengan pendidikan informal, otodidak atau belajar sendiri. PJJ

mempersyaratkan adanya pengelola proses pembelajaran.

3) Penggunaan media sebagai perantara yang mempertemukan guru dengan peserta didik dan membawa isi pembelajaran.

4) PJJ menggunakan sarana komunikasi dua arah.

5) PJJ meski terpisah jarak, namun memungkinkan dalam kesempatan tertentu untuk bertemu (konsultasi, tutorial dll)

6) PJJ merupakan proses yang panjang: mulai dari  mendesain, mengembangkan, memproduksi, mendistribusikan,  memfasilitasi pembelajaran, memberikan feedback, memperbaiki rancangan dst.

7)PJJ menjadi alternatif bagi negara berkembang untuk meningkatkan akses, partisipasi serta pemerataan kesempatan dalam pendidikan. 

( Atwi Suparman, Pendidikan Jarak Jauh, Teori dan Praktek, 2004)

Kesimpulannya : Pembelajaran jarak jauh dilakukan oleh peserta didik dengan bantuan media, perangkat ajar dan sumber  belajar yang dibutuhkan, serta pendampingan orangtua atau orang dewasa untuk memfasilitasi interaksi peserta didik dengan guru.

Ada kata kunci yang penting adalah terpadunya media,dan pendampingan orangtua, siswa dan guru. Titik pertemuan itu bisa sukses jika ada gerakan, bebas belajar, bebas membelajarkan, bebas berkreasi, bebas berinovasi

Menengok ciri PJJ di atas khususnya point 1 – 5 tersurat dan tersirat bahwa adanya jarak jauh, lalu adanya penggunaan media pembelajaran yang harus digunakan oleh guru. Khusus bagi daerah perkotaan dan daerah yang terpenuhi jaringan internetnya, maka ada istilah Guru Kreatif. Guru yang bisa mengatasi jarak dengan penggunaan media secara maksimal. Guru yang demikian selalu mengadakan pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Namin AB Ibnu Solihin, founder motivatorpendidikan.com   menjadi salah satu nara sumber dalam seminar virtual beberapa waktu lalu bersama PGRI. Beliau memberikan gambaran seorang guru kreatif di era New Normal sebagai  berikut :

1) Memiliki kemampuan menulis, 2) Memiliki blog, 3) MemilikiAkun medsos IG, FB Twitter dll, 4) Memiliki media pembelajaran on line, 5) Memiliki akun You Tube, 6) Menggunakan PPt kreatif, 7) Menggunakan reward.

            Lebih penting lagi menjalin kerjasama/kolaborasi dengan orangtua dan siswa untuk menggunakan berbagai media yang telah disepakati. Penggunaan media dengan penuh kesadaran, dan dengan saling mematuhi aturan menjadi kunci suksesnya PJJ. Apa artinya media semisal HP android canggih, jika gurunya tidak menguasai, sebaliknya hanya dengan WA saja terkadang pembelajaran berjalan dengan sangat bagus karena dikelola dengan baik. Misalnyanya dengan pembimbingan interaktif video melalui WA grup kecil. Karena yang terjadi WA selama ini kurang maksimal jika hanya digunakan untuk mengirim soal atau tugas saja.

Beberapa salah tafsir di lapangan adalah PJJ antara lain  memberi pembelajaran hanya dengan menugaskan siswa mengerjakan soal saja. Tidak ada usaha guru memberikan materi untuk menjelaskan ke siswa secara interaktif.

Mengapa hal itu terjadi ?

Pertama,  Guru menganggap dirinya sudah tua dan tidak perlu belajar lagi termasuk mempelajari tehnologi baru pembelajaran. Cirinya mudah mengeluh dan mudah berputus asa. Kedua, Guru masih enggan memberikan teladan berliterasi, yaitu membaca buku non pelajaran dan memberikan contoh kepada siswanya.  Ketiga, masih menganggap campur tangan orangtua sebagai sesuatu yang salah. Padahal dalam PJJ mutlak diperlukan kerjasama yang bagus dalam membimbing putranya. Sebenarnya sudah banyak solusi yaitu adanya program guru belajar di Kemendikbud, yang semua bisa diikuti melalui daring. Dan dalam skala kecil di sekolah bisa memelopori program Gerakan  Literasi Sekolah.

Dalam situasi baru saat ini kebebasan itu ditanggapi dengan baik oleh kemendikbud dengan istilah “merdeka belajar.” Guru bebas berkreasi, bebas menilai, bebas memadu kerjasama dengan orangtua dan berbagai pihak untuk satu tujuan kesuksesan siswa/anak dalam belajar. 

Sudahkah kita sebagai guru, siswa dan orangtua merasa bebas saat ini ?

Sudahkah para guru bebas berkreasi ?

Sudahkah para guru menjalin kerjasama yang bagus dengan para orangtua ?

Saat ini juga telah dirintis adanya Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, Pengawas Penggerak. Semoga pendidikan benar-benar bergerak cepat ke arah kemajuan seperti diharapkan. Aamiin.

 

Blitar, 4 Februari 2021

 

 


 

Oleh Hariyanto

NPA  NPA. 13170200445

Jumat, 29 Januari 2021

Sedihnya Anak dalam PJJ dan Solusinya



Dampak dari Pembelajaran Jarak Jauh adalah kebingungan banyak pihak untuk menghadapinya karena berbagai hal. Pertama, jika situasi ini baru, maka strategi dan langkahnya mesti baru. Kedua , peralatan atau media sebagai pendukung PJJ seperti android tidak ada, atau kurang begitu menguasainya, ketiga keterbatasan akses internet, keempat kurang kesiapan orangtua menjadi guru di rumahnya.

Dalam sebuah Webinar yang diselenggarakan oleh KPC Pen dan Kominfo, serta Siberkreasi  Jumat, 29 Januari 2021 dengan tema : Tantangan dan Solusi Menghadapi PJJ,  dengan penyaji Liza M Djaprie seorang Psikologo Klinis dan Om Jay. Dalam kesempatan tersebut penyaji pertama menyajikan dampak sisi psikologi seorang anak. Penyaji kedua memberikan solusi dari sisi pemecahan pembelajaran seorang guru.

Dari sisi anak, dampak yang dihadapi di seluruh dunia saat ini adalah kodratnya tidak bisa jauh lebih berat untuk anak-anak. Tentu saja PJJ saat ini karena adanya Pandemi Covid 19 menjadikan belajar berjarak. Belajar dari rumah, dan itu memberikan efek luar biasa pada jiwa anak. Bagaimana pun juga anak masih banyak memerlukan bimbingan dengan jarak dekat.

Mengapa begitu ? Inilah alasannya

• Fase kanak-kanak adalah fase bermain, eksplorasi, melatih

kemampuan sosial serta mengalami banyak hal secara

langsung (direct experience) untuk tabungan di masa depan

• Kemampuan analisa serta verbal anak yang mungkin terbatas

• Anak belum memiliki kemampuan regulasi stress yang baik

• Anak masih sangat bergantung pada lingkungan

• Anak adalah ‘penyerap lingkungan’ yang baik

Betapa menyedihkannya apabila PJJ membuat anak tidak bisa bebas bermain lagi, diam di rumah dan hanya ditemani televisi dengan sajian yang kurang pas dengan dirinya. Betapa kasihan jika PJJ membuat anak sendirian di rumah karena kedua orangtuanya sibuk bekerja. Betapa sedihnya jika anak diberikan adroid canggih yang dilepas begitu saja tanpa bimbingan.

Solusinya agar anak tidak sedih adalah membangun kerjasama antara guru dan orangtua untuk satu tujuan pembelajaran PJJ  yang menyenangkan. Buat anak selalu senang, tetapi tetap belajar bertanggung jawab, bekerja sama, bermain dengan belajar. Orangtua di rumah juga sebagai guru, demikian harapan Ki Hajar Dewantara.  Selanjutnya dalam webinar itu disarankan langkah yang bisa dilakukan antara lain :

FOKUS : Kecerdasan Sosial dan Kecerdasan Emosional

o Buat komunikasi menjadi kebiasaan yang mengakar kuat di keluarga

o Kenalkan pada anak konsep BERSEPAKAT serta BERTANGGUNG

JAWAB

o Bantu anak untuk mengenali emosi sehingga mampu mengelolanya

dengan bijak

o Gunakan teknik Tarik-Ulur

o Buat rutinitas yang jelas & jalankan dengan tegas namun fleksibel

o Seimbangkan 3 komponen : Work (School) – Love – Play

o Tetap jalankan aktifitas fisik serta pola makan sehat

Hal-Hal Yang Bisa Dilakukan

o Jika memungkinkan beraktifitas di alam terbuka

o Pastikan waktu istirahat yang mencukupi

o Bantu anak untuk tetap berhubungan dengan yang lain secara

daring

o Sepakati tanggung jawab yang bisa dilakukan oleh anak

o Bersama anak latihan melihat segala sesuatu dari perspektif yang

optimistik serta obyektif

o Sesuaikan ekspektansi dengan realita yang ada saat ini

o Fokus pada hal-hal yang lebih simpel namun bermakna

o Ijinkan anak mengalami kegagalan

Penyaji kedua adalah Om Jay sebutan dari guru juga blogger ternama, juga salah satu pengurus PGRI pusat lebih menekankan pada bahasan untuk guru agar lebih kreatif. Penyajian materi yang direncanakan dengan baik, evaluasi setiap saat dan feed back, urutan pembelajaran PJJ harus tetap dilakukan. Di samping itu penggunaan berbagai media pembelajaran, walaupun saat ini WA yang sering dipakai juga dijelaskan lengkap. Tentu saja penjelasan dengan waktu terbatas tidak bisa disampaikan keseluruhannya. Penjelasan sesungguhnya sebetulnya ada dalam buku beliau yang berjudul :

Agar PJJ Tak Lagi Membosankan. Buku tersebut dilengkapi dengan materi yang padat dilengkapi link sumbernya termasuk You Tube yang pernah di Seminarkan secara Virtual pada Oktober 2020 lalu.

Kalau disimak dengan sungguh-sungguh maka sajian webinar siang itu sangat bermanfaat, walau pun dengan keterbatasan waktu. Bagi pembaca yang ingin mengikuti jalannya acara itu dapat menonton tayangan You Tube dengan link di bawah tulisan ini,

Semoga bermanfaat . Aamiin

 

Blitar, 29 Januari 2021 


Kamis, 28 Januari 2021

PJJ ; Guru Bebas Kolaborasi

 





Di saat Pandemi Covid 19 ini dunia pendidikan sibuk dengan usaha Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan melibatkan banyak pihak, guru, siswa dan orangtua. Terjadilah banyak kebingungan dalam pelaksanaannya, karena seperti menghadapi situasi baru yaitu belajar secara daring (dalam jaringan) menggunakan alat tehnologi.  Bahkan juga dengan luring (luar jaringan) karena tidak ada jaringan internet, serta campuran antara daring dan luring.

Belajar mengenai PJJ kadang kita salah menafsirkan sebagai belajar yang terpisah oleh jarak saja. Padahal  ada kelanjutannya dengan dijembati media untuk pembelajaran, termasuk usaha pertemuan dengan siswa dan orangtua dengan protokol kesehatan dalam kurun waktu tertentu.

Ciri PJJ menurut salah satu pendapat ahlinya :

1) Guru dan siswa terpisah oleh jarak (sering di anggap ciri satu-satunya)

2) PJJ berbeda dengan pendidikan informal, otodidak atau belajar sendiri. PJJ

mempersyaratkan adanya pengelola proses pembelajaran.

3) Penggunaan media sebagai perantara yang mempertemukan guru dengan peserta didik dan membawa isi pembelajaran.

4) PJJ menggunakan sarana komunikasi dua arah.

5) PJJ meski terpisah jarak, namun memungkinkan dalam kesempatan tertentu untuk bertemu (konsultasi, tutorial dll)

6) PJJ merupakan proses yang panjang: mulai dari  mendesain, mengembangkan, memproduksi, mendistribusikan,  memfasilitasi pembelajaran, memberikan feedback, memperbaiki rancangan dst.

7)PJJ menjadi alternatif bagi negara berkembang untuk meningkatkan akses, partisipasi serta pemerataan kesempatan dalam pendidikan. 

( Atwi Suparman, Pendidikan Jarak Jauh, Teori dan Praktek, 2004)

Kesimpulannya : Pembelajaran jarak jauh dilakukan oleh peserta didik dengan bantuan media, perangkat ajar dan sumber  belajar yang dibutuhkan, serta pendampingan orangtua atau orang dewasa untuk memfasilitasi interaksi peserta didik dengan guru.

Ada kata kunci yang penting adalah terpadunya media,dan pendampingan orangtua, siswa dan guru. Titik pertemuan itu bisa sukses jika ada gerakan, bebas belajar, bebas membelajarkan, bebar berkreasi, bebas berinovasi

Dalam situasi baru saat ini kebebasan itu ditanggapi dengan baik oleh kemendikbud dengan istilah “merdeka belajar.” Guru bebas berkreasi, bebas menilai, bebas memadu kerjasama dengan orangtua dan berbagai pihak untuk satu tujuan kesuksesan siswa/anak dalam belajar. 

Sudahkah kita sebagai guru, siswa dan orangtua merasa bebas saat ini ?

 

Blitar, 28 Januari 2021

Jumat, 01 Januari 2021

12 Amalan Kecil Berpahala Besar

 

Sebuah amalan atau perbuatan seseorang yang terkadang dianggap sepele namun sebenarnya mempunyai pahala yang besar jika diamalkan dengan penuh keihklasan. Berikut ini ada 12 amalan yang ringan untuk dilakukan namun berpahala besar, diantaranya yaitu :

Pertama, Dzikir “Subhânallâh wa bihamdihi, Subhânallahil ‘azhîm”. Dari Abu Hurairah a, dari Nabi `, beliau bersabda,“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (H.R. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

Kedua, Mengikuti muadzin di dalam adzannya. “Dari Abdullah bin Amr bin Ash h meriwayatkan bahwa beliau telah mendengar Nabi Muhammad ` bersabda, “Jika kalian mendengar seorang muadzdzin maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kalian atasku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat atasku satu kali shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali, kemudian mintalah kalian kepada Allah untukku Al Wasilah, karena sesungguhnya ia adalah kedudukan di dalam , tidak pantas mendapatkannya melainkan untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah orangnya (yang mendapatkan itu), maka barangsiapa yang memohonkan untukku Al Wasilah maka halal bagiannya syafaat.” (H.R. Muslim)

Ketiga, Wudhu dengan sempurna dan membaca do’a. Dari Umar bin Khaththab a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian selesai wudhu dia membaca: Asyhadu allâ ilâha illallâh wa anna muhammadan abduhu wa rasûluh (Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya), maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.” (H.R. Muslim)

Keempat, Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat dan ketika hendak tidur. Artinya, “Abu Umamah al-Bahily a berkata, “Rasulullah ` bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, niscaya tidak ada yang menahannya masuk  melainkan kematian” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6464)

Kelima, Membaca al-Qur’an. Dari Abdullah bin Mas’ud a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali….” (H.R. at-Tirmidzi, ath-Thabrani dan dinilai shahih oleh al-Albani)

KeenamBershalawat atas Nabi ` “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat maka niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh shalawat, dihapuskan darinya sepuluh dosa dan diangkatkan untuknya 10 tingkatan.” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’, no. 6359)

Ketujuh, Membaca dzikir ketika masuk pasar. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumît wa huwa hayyun lâ yamûtu, biyadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah seluruh kerajaan. Dan milik-Nyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak mati, di Tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat.” (H.R. at-Tirmidzi, al-Hakim, ad-Darimi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Kedelapan, Dua raka’at sebelum shalat shubuh. Dari ‘Aisyah i, Nabi ` bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (H.R. Muslim)

Kesembilan, Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan. Dari Abu Hurairah a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (H.R.Muslim)

KesepuluhBeristighfar untuk kaum beriman baik lelaki ataupun perempuan

“Dari Ubadah bin Shamith a berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah ` bersabda,“Barangsiapa yang meminta ampun untuk kaum beriman lelaki dan perempuan, maka niscaya Allah menuliskan baginya dengan setiap lelaki dan perempuan beriman satu kebaikan.” (H.R. Ath-Tahbarani dan dihasankan oleh al-Albani di dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6026)

Kesebelas, Menjawab adzan dan membaca do’a setelah adzan. Dari Jabir bin Abdillah a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do’a: Allâhumma rabba hadzihid da’watittammah washshalatil qa’imah, âti muhammadanil wasilata wal fadhilah wab’ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa’adtahu (Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya) maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari)

Keduabelas, Dzikir di masjid setelah shalat shubuh hingga terbit lalu shalat dua raka’at. Dari Anas bin Malik a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (H.R. At-Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Ketahuilah, bahwa gaya hidup orang-orang yang diridhai Allah adalah senantiasa merasa sedih dan rugi jika ketinggalan ganjaran dan pahala. Semoga kita diberikan petunjuk oleh Allah Ta’ala untuk mengamalkannya dan menjadi amalan rutin ringan di tahun baru 2021 ini… Allahumma âmîn.

 

Sumber  : https://dppai.uii.ac.id/amalan-ringan-namun-berpahala-besar/

Blitar, 1 Januari 2021

Senin, 28 Desember 2020

Berhaji dengan Titian Keledai




Jangan salah sangka dulu dengan istilah titian keledai. Memang tidak enak menyebut keledai hewan yang sering dikonotasikan dungu. Apalagi melewati jembatan atau titian tentu sangat beresiko jadinya. Tetapi istilah ini bukan berdiri sendiri melainkan menyatu “Titian keledai.” Dalam bahasa Belanda diistilahkan jembatan keledai atau Ezelsbruggetje, sedangkan menurut bahasa latin disebut pons asinorum.

Jembatan keledai dipopulerkan oleh Tan Malaka sebagai cara untuk memudahkan mengingat sesuatu. Pada saat itu, banyak founding fathers bangsa bersembunyi dan menghindari pengejaran dari Belanda dan Jepang. Maka, dibuatlah metode-metode untuk mempermudah mengingat kata-kata dan kalimat panjang karena cukup mustahil membawa banyak buku untuk menulis. Itulah sebabnya, tokoh-tokoh seperti Tan Malaka, Moh. Hatta, Bung Karno dan KH Hasyim Asy’ari sering kali mengandalkan ingatan dan hafalan dalam membuat tulisan.

Dari Wikipedia disebutkan bahwa jembatan keledai adalah cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu yang digunakan dalam bidang pendidikan. Jembatan keledai sering berupa kata atau suku kata yang ditambahkan pada susunan kata yang ingin dihafal agar terbentuk kalimat dengan arti yang menarik atau masuk di akal. Salah satu contoh yang paling populer adalah singkatan "mejikuhibiniu" untuk mengingat warna pelangimerah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.

Penggunaan jembatan keledai berdasarkan asumsi bahwa otak manusia terdiri dari dua jenis, ingatan "alami" dan ingatan "buatan." Ingatan alami merupakan bakat sejak lahir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan ingatan buatan dibangun dengan cara belajar dan bisa dilatih dengan menggunakan teknik jembatan keledai.

Jembatan keledai bisa digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat hanya dengan ingatan alami, misalnya dalam mengingat unsur kimiaanatomitaksonomitata bahasa dan rumus matematika.

Dalam kenyataan sehari-hari kita sering mendengar istilah seperti Jabodetabekpunjur adalah sebuah akronim dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur, yaitu sebuah wilayah metropolitan Jakarta. Atau jika belajar sejarah ada istilah Supersemar = Surat Perintah Sebelas Maret. Dalam belajar kimia misalnya; Unsur Golongan 1A (Alkali)

1.   H = Hidrogen

2.   Li = Lithium

3.   Na = Natrium

4.   K = Kalium

5.   Rb = Rubidium

6.   Cs = Cesium

7.   Fr = Fransium

Maka dapat diberikan jembatan keledainya dengan berbagai variasi seperti :

·         HerLiNa Kawin Roberto Carlos Frustasi

·         Hari Libur Naik Kereta Rombongan Cisarua FR

·         HaLINA Kabur RoBin CemaS FRustasi

·         Hari Libur Nanti Kita Robohkan Cadas Firaun

Sekarang kalau belajar pembekalan haji, atau istilahnya manasik haji, ada istilah yang sangat populer untuk mengingat langkah dan rukun haji dan umroh disana. Karena di tengah jutaan jamaah yang ada disana, maka kemampuan mengingat sangat penting, agar tidak bingung nantinya.

Seperti umroh, yaitu kegiatan yang dilakukan bersamaan ibadah haji, namun juga bisa dilakukan di luar bulan haji. Menurut bahasa umroh berarti ziarah. Menurut istilah berarti mengunjungi Baitullah (ka’bah) dengan melakukan thawaf, sai dan cukur. Maka Titian keledai yang terkenal adalah IHTHOSAKUR .

IH : artinya Ihrom termasuk niat

Tho : Thowaf mengelilingi Ka’bah

Sa : Sa’i yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke Marwa sebanyak 7 kali.

Kur : Cukur, memotong rambut sedikirnya 3 helai.

Lain halnya jika umroh wajib digabung dengan haji, maka ada titian keledai : IH-WU-MAMUZMIN-LON-THOIF-SAKUR.

Dengan cara dilagukan berulang-ulang, maka insyaAllah pembelajaran ini akan melekat lama diingatan kita.

IH = Ihron dengan niat                                

WU = Wukuf di Arofah

MAMUZMIN  = Mabit di Mudzalifah dan Mina

LON  = Melontar Jumroh

THOIF = Thowah Ifadoh

SAKUR  = Sai dan Cukur.

Jika rukun dan kewajiban diatas dilalui dengan baik, maka lengkap sudah jamaah dapat dipanggil sebagai Haji dan Hajjah.

Tulisan ini untuk memberi jalan mudah  kepada kita semua agar nantinya dapat memperlancar ibadah di tanah Arab, yaitu Madinah dan Mekkah.

Semoga kita semua dimudahkan memenuhi undangan dari Allah swt memenuhi panggilan-Nya, Aamiin.

Semoga Pandemi Covid 19 ini akan segera berakhir. Aamiin.

 

Blitar 28 Desember 2020

  

Jumat, 04 Desember 2020

Bertamu dan Hikmah Menerima Tamu

 


Bertamu ke rumah seseorang harus didasari dengan niat yang benar misalnya silaturrahmi. Dalam konteks keislaman, silaturahmi  sangat dianjurkan karena banyak faedah yang diperoleh dalam hidup ini. Sesuai ketentuan agama silaturahmi dapat mendatangkan pahala dan kebaikan bagi kedua belah pihak. Bagi tuan rumah , memuliakan tamu  merupakan anjuran agama dengan nilai kebaikan yang luar biasa di dalamnya. Sehingga urusan bertamu dan menerima tamu hendaknya menjadi satu tradisi yang patut dipertimbangkan dalam hidup ini. Sedangkan kebaikan bagi sang tamu akan memperoleh pahala silaturahmi antara lain bertambahnya rezki dan dipanjangkan umurnya.

Dalam sebuah riwayat, kisah sahabat Anshar membawa tamu Rasulullah namun keadaan sahabat anshar tersebut sebetulnya mempunyai makanan secukupnya saja untuk anak dan isterinya. Maka dengan kesepakatan sang isteri mereka menjamu tamu tersebut, sementara lampu di kamarnya dimatikan untuk alasan perbaikan. Maka perbuatan itu mendapatkan  pujian dari Allah swt. dengan turunnya surat al-Hasyr: 9, Allah berfirman, "Dan mereka (orangorang Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan."

Malam itu, sahabat yang diketahui bernama Sayyidina Tsabit Al-Anshari beserta istrinya hanya duduk bersama dengan tamunya dan seolah-olah sedang makan pula. Nyatanya sebelum itu Tsabit berkata pada istrinya, "Aku akan membawa seorang tamu malam ini, jika dia mulai makan maka padamkanlah lampu dan pura-puralah memperbaikinya.

Selama tamu itu belum kenyang, maka kita jangan makan sedikit pun." Berdasarkan kisah dari kitab Durrul Mantsur, keesokan harinya, saat Tsabit hadir dalam majelis, Baginda Rasulullah bersabda, "Wahai Tsabit, Allah SWT sangat menyukai penghormatanmu kepada tamunya tadi malam."

Karena itu seyogyanya kita tidak bersedih jika menerima tamu, dan seharusnya dengan tulus menjamunya sesuai kemampuan . Mengingat banyaknya hikmah kebaikan dibalik itu seperti :

1)Membawa rizki dan kepulangannya membawa ampunan bagi tuan rumah. 2) Diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umur. "Barangsiapa ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim” (HR. Bukhari) 3) Tidak ada kebaikan seseorang yang tidak dikunjungi tamu. Sepatutnya merasa sedih jika dalam jangka sekian lama tidak ada tamu yang berkunjung kepada kita karena tamu yang datang membawa rahmat.  4)Biasanya orang yang bertamu mengucapkan salam dan kita menjawabnya maka kita memperoleh 10 s.d 30 pahala. (lihat hadist tentang mengucap salam)  5).Biasanya berjabat tangan  (tentunya di luar masa pandemi covid 19) maka mereka akan memperoleh ampunan dosa sampai mereka berpisah. 6) Biasanya mereka tersenyum maka mereka memperoleh kebaikan "Senyumanmu di wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Sebaliknya kita harus mengerti batasannya agar terjadi silaturahmi yang benar-benar membahagiakan hati kedua belah pihak ( bagi penerima tamu dan tamunya) seperti :

Bagi Penerima tamu:

1)      Jangan menunggu sampai tamu datang, sebaiknya kita memasak makanan,kemudian mengundang orang untuk datang makan bersama kita.

2)      Hak seorang tamu untuk dilayani adalah selama 3 hari. Selama itu tuan rumah dianjurkan agar menghormati dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Lebih dari 3 hari pelayanan kita dianggap sebagai sedeqah.

3)      Jangan sekali-kali menyusahkan tamu, disunnahkan agar melayani keinginan tamu.

4)      Disunnahkan bagi tuan rumah agar menemani tamu makan.

5)      Bila tamu akan pulang maka disunnahkan bagi tuan rumah untuk mengantarkannya sampai ke pintu rumah. 

 Bagi yang bertamu:

1)      Makanlah apa yang dihidangkan, jangan meminta sesuatu yang tidak dihidangkan.

2)      Jika akan puasa ( puasa sunat ataupun selain bulan Ramadhan )hendaknya meminta izin dulu dari tuan rumah.

3)      Jika sedang berpuasa selain Ramadhan, puasa nazar atau qadha, maka sebaiknya berbuka, jika bertamu kemudian dihidangkan makanan oleh tuan rumah.

4)      Dianjurkan agar jangan menjadi imam sewaktu shalat berjamaah, jika sedang bertamu di tempat orang lain.

Demikian semoga ada manfaat dan Niat mengamalkan Insyaallah...

 

Blitar, 4 Desember 2020.