Senin, 05 Juli 2021

KABUT DUKA

 


 

Kabut Duka

#puisi_hariyanto

 

Kembali kabut duka selimuti

Seorang Bunda kembali pergi

Selamanya

Sesepuh wilayah RT kami

 

Bukan corona, namun memang takdirnya

Tinggalkan putra-putrinya

Dan seluruh kerabat

Tetangga tercinta

 

Pagi tadi masih berseloroh

Menyapu lantai

Bahkan ingin pergi

Bersama ke tempat plesir

Siang ini

 

Namun takdir begitu cepat

Memanggil menghadap-Nya

Selamat Jalan Bunda

Doa kami bersama

Mengiring kepergian Bunda

 

Blitar, 5 Juli 2021

Hariyanto

 

@memoriam almarhumah Bunda Nik Sumarni

Minggu, 04 Juli 2021

PANASNYA KINI

 

gambar Api India : Sindonews.com

PANASNYA KINI

#puisi_hariyanto

 

Hari ini telah pergi seorang tua

Titip pesan bawalah bekal cukup

Anak cucuku luruslah katanya

Selurus tongkat yang kutinggalkan

Sepenuh jiwa

 

Malamnya panas melanda

Lorong jalan satu gang

depan rumah orangtua berpesan

tiga orang lagi positip

Beritanya  memahat merah gang

Jalanan sempit menjadi bara

Panasnya kini

Merambah hendak membakar

Kanan kiri dan semua

 

Virus yang merajalela

Luapkan panas yang meronta-ronta

Berharap panas mereda

Dingin lalu sirna

Besok pagi

Bersama larutnya doa

Bersama larutnya desinfektan

Yang hendak dimuntahkannya.

 

Ya Allah jauhkan kami dari panasnya hati

Dan ganasnya virus makhluk-Mu

 

Blitar, 4 Juli 2021

#hariyanto

 

Sabtu, 03 Juli 2021

Kapan Berakhir Wabah Ini ?


 

Kapan Berakhir Wabah Ini ?

#puisi_hariyanto

 

Sebagai insan biasa bertanya

Kapan berakhir wabah ini ?

 

Saat wajah-wajah anak polos

Terpapar lemah

Dalam pesakitan yang tidak pernah dikira

Dalam bayang tawa ria teman-temannya

Yang dia tahu, bermain adalah sahabatnya

 

Yang berusia senja pun lemah lunglai

Tersapu angin duka yang begitu cepat

Lebih cepat dari sangkanya

Berdiri menahan nyeri

Membopong sepi,...sendiri

Satu persatu sahabat pergi

Memanggil-manggil dirinya

Yang mulai menggigil menahan sepi

Kapan semua ini berakhir ?

Dalam tanya di  hati  mulai membeku

Dan gigi yang terkatup membisu

 

Yang muda pun bertanya hal yang sama

Kami masih berjuang meniti zaman

Kami harus siapkan tali kendali

Memutar roda agar melesat

Berputar secepat kilat

Lompati aral kebodohan dan kemiskinan

Agar serapah dan ejekan henyah

Dan kami berdiri tegak perkasa

Ya Allah, hanya kepada Mu kami berpasrah

Berharap berakhir Wabah ini

Tunjukkan kebodohan kami

Agar kami semakin mengerti

Agar kami semakin bijak

Bersabar hati

 

Ampuni segala Khilah

Luruskan langkah kami

Pada-Mu

Ya Ilahi

Aamiin

 

Blitar, 3 Juli 2021

Hariyanto

 

@edisi pedihnya Covid

Jumat, 02 Juli 2021

Ketika Positip Menimpa

 

 

gambar; metrosindonews.com

 

Ketika Positip Menimpa

#hariyanto _puisi

 

Ketika positip menimpa

di masa pandemi covid 19

Isolasi

 

Ketika usai isolasi

Harapan mengusir sakit terlahir

Di sela  ribuan maker yang terbuka

Di tengah kerumunan ramai

Di seribu bincang derai

tawa dan canda

 

Terngiang kata lembut janganlah teruskan

seolah menegas pesan

Berhentilah

Bicara tanpa masker

Rapat di mulut

 

Namun kata lembut itu

Kini meredup dan hampir hilang

Bersama jatuhnya korban satu persatu

Bersama peti yang ditimbun tanah menutupi

Bersama tebaran nama-nama di pusara

Ke sekian ribunya.

 

Sesorang terbaring lemah di rumahnya

Jauh dari rumah sakit dan penampungan

Jauh dari keramaian

Di ujung kampung paling dalam

Hanya pasrah

Tenggelam dalam doa di batinnya.

 

Blitar, 2 Juli 2021

Hariyanto

 

#edisi terusik _ data 24 ribu sehari terpapar virusnya.

 

 

 

 

Kamis, 01 Juli 2021

Pantun 1234

Pantun 1234

# hariyanto_pantun

 

Berdiri aku di atas tanah datar

Meninjau alam indah sekali

Jika ingin menjadi siswa pintar

Rajin membaca mengasah diri

 

 

Satu dua tiga dan empat

Begitu teriak teruslah berlari

Sungguh enak makan ketupat

Apa lagi dicampur rendang sapi

 

Sambil berlari bernyanyi riang

Senandungkan lagu gembira ria

Jangan lupa sempatkan bertandang

Silaturahmi perkaya jiwa

 

Prihatin dengan saat pandemi

Mendera seluruh negeri kita

Ayo kita kuatkan silturahmi

Pada kerabat dan kita sesama

 

Burung dara terbang tinggi

Bersama temannya kepakkan sayapnya

Jika ingin melimpah rezki

Perbanyak amal ikhlas sedekahnya

 

Berlari anak sana kemari

Karna senangnya baru berjalan

Saat ini kuatkan emphati

Pada tetangga yang kesusahan

 

Blitar, 1 Juli 2021

Hariyanto

@edisi pantun darurat pkpm