Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2024

Menikmati Keindahan Pantai Kuta Mandalika Lombok NTB





Oleh Hariyanto

 

Berkunjung ke Pulau Lombok belum lengkap jika belum sampai di Pantai Kuta Mandalika. Ya , nama Pantai Kuta yang selama ini identik dengan Pantai terkenal di Pulau Bali. Seiring adanya pembangunan sirkuit Internasional Mandalika, maka penamaan Pantai Kuta di Lombok menjadi semakin lengkap dan jelas lagi yaitu Pantai Kuta Mandalika. Pantai ini terus dikembangkan menjadi Kawasan wisata yang ditandai dengan adanya fasilitas hotel berbintang dan tempat perbelanjaan, disamping usaha mikro dikawasan pinggiran pantai, serta terpelihara kebersihannya, dengan adanya armada truck pengangkut sampah setiap harinya. Indikator lainnya adanya fasilitas parkir kendaraan yang cukup luas dengan biaya parkir dikisaran 5000 untuk sepeda motor dan 10.000 sampai 15.000 rupiah, untuk kendaraan roda 4.

 

Pantai yang indah penuh legenda, begitulah sebutan untuk Pantai Kuta Mandalika ini. Panorama indah pantainya yang landai, pasirnya putih terhampar sepanjang 7 km, dan sesekali pantainya terlihat ada warna pink. Butiran pasir yang besar dan pantai yang landai juga disanding dengan deburan ombak yang lembut. Ombak yang tidak begitu besar namun juga menimbulkan buih dan suara deburan nyaring. Sungguh pemandangan ini sangat memesona, apalagi jika dinikmati bersama keluarga.  

Dari segi legenda, maka keindahan Pantai Kuta Mandalika mempunyai cerita dan kisah yang sangat masyhur . Kisah itu juga dijadikan  event tahunannya yang dikenal di seluruh dunia yaitu Bau Nyale.

Bau Nyale sudah menjadi tradisi tahunan bagi Suku Sasak, yang berarti Bau = menangkap, Nyale = Cacing. Tradisi ini dilaksanakan antara bulan Februari sampai Maret setiap tahunnya. Tradisi bau nyale biasanya digelar setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan tradisional Sasak (pranata mangsa) atau tepat 5 hari setelah bulan purnama. Tradisi ini tetap dipertahankan sampai saat ini. Tradisi ini dilaksanakan di kawasan Pantai ini tepatnya di Pantai Seger yang juga terdapat bukit Mandalika di sana.

Cacing yang ditangkap atau dikumpulkan yang biasanya juga dikonsumsi adalah jenis cacing laut , oligochaeta, yang aman dikonsumsi. "Nyale termasuk cacing oligochaeta yang edible atau aman dikonsumsi," penjelasan  drh. Slamet Raharjo dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Hewan cacing yang berwarna-warni ini diyakini keluar setahun sekali dipercaya berhubungan dengan  kisah legenda Putri Mandalika.

Begini kisah singkatnya, dahulu kala ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja dan ratu yang bijaksana. Kemudian lahirlah seorang putri berparas jelita yang diberi nama Putri Mandalika. 

Seiring waktu, Putri Mandalika tumbuh menjadi sosok gadis pujaan dan dirinya pun menerima banyak lamaran, hingga kewalahan. Karena tidak ingin menciptakan perpecahan di antara orang-orang yang ingin mempersuntingnya, akhirnya Putri Mandalika bersemadi demi meminta petunjuk. Akhirnya, pada suatu hari Putri Mandalika mengumpulkan seluruh orang yang menyukainya di Bukit Seger dan memberi tahu keputusannya. Namun,sungguh di luar dugaan  Putri Mandalika,  justru terjun ke bawah Pantai Seger dan menghilang terbawa ombak. Semua orang yang hadir menyaksikan langsung ikut terjun berusaha menyelamatkan Putri Mandalika, tapi Putri Mandalika telah menghilang dan tidak bisa ditemukan. Bau Nyale sendiri merupakan ritual mencari cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika yang menghilang setelah terjun dari atas Bukit Seger ke Pantai Seger.

Objek wisata ini terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasinya dekat dengan Bandara Internasional Lombok, sehingga sangat mudah untuk dijangkau. Lokasinya juga berdekatan dengan Sirkuit Mandalika,Pantai Seger dan Tanjung Aan. Perjalanan dari Mataram akan selalu mengarah ke bagian Selatan Pulau Lombok dan melalui Bandara International Lombok dan Sirkuit Mandalika. Perjalanan dari Mataram bisa ditempuh sekitar 1 jam menggunakan mobil. Jalanan menuju Pantai itu sangat bagus, apalagi jika melalui by pass melalui Sirkuit Mandalika, seperti melewati jalanan Tol.

Pantai Kuta Mandalika merupakan objek wisata yang cocok untuk seluruh keluarga. Keadaan alam yang nyaman menjadikan lokasi ini aman untuk mengajak anak-anak bermain di daerah pantai. Di sekitar pantai juga sudah banyak pepohonan teduh dan pedagang kecil, seperti kopi dan minuman es degan dengan fasilitas tikar untuk duduk di bawah pohon teduh diiringi semilir angin lautnya. Pantainya juga tidak terlalu dalam di tepinya sehingga cukup aman untuk bermain bersama anak-anak. Saya sempat mendampingi cucu mandi di pantainya yang relative tidak dalam dengan ombak yang ramah.

Pantai Kuta Mandalika Lombok juga menyajikan pesona hamparan pasir yang bersih dan putih membentang luas sepanjang 7,2 kilometer. Di sebelah barat, terdapat Bukit Mandalika dengan keindahan yang tak kalah menarik untuk dieksplorasi. Pemandangan yang disajikan dari ketinggian memiliki nuansa tersendiri, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan Pantai Kuta.

Pantai Kuta Lombok Mandalika mempunyai berbagai atraksi yang ditawarkan sebagai penunjang wisata, seperti banana boat, windsurfer hingga olahraga ekstrem yaitu paralayang. Namun, jika tak berminat main basah-basahan atau olahraga ekstrem, kamu juga bisa menikmati pantai ini sembari bersepeda listrik.

Banyak tempat penyewaan sepeda Listrik  yang tersedia di sini. Harganya juga cukup murah, sekitar Rp 25 ribu untuk satu waktu tertentu. Bersepeda sembari melihat birunya air laut dan menikmati udara yang sejuk tentunya akan membuat liburan semakin berkesan.

Jika di pantainya terdapat pedagang kecil dengan berbagai dagangannya,dari pernak-pernik mainan anak-anak, balon,  layang-layang , juga berbagai makanan dan minuman anak-anak. Tentu saja kopi panas “ciri khas” di Lombok selalu ada, disamping makanan plecing ayam dan kangkong, jagung bakar, sampai pedagang keliling ice cream. Sebaliknya tidak jauh dari Pantai terdapat MiniMarket, dan juga pusat perdagangan yang berjajar di tepian jalan.

Pantai Kuta Mandalik ini memang sangat cocok untuk wisata keluarga. Faktanya memang tempat parkir kendaraan terlihat cukup padat berisi kendaraan baik roda dua maupun roda empat sampai Bus Pariwisata. Keberadaan wisata mancanegara cukup banyak bisa dilihat disana, tentu saja wisata lokal tetap menjadi pengunjung terbanyak. Karena mereka dating dari berbagai wilayah di Lombok bahkan sering terlihat menggunakan pick up terbuka. Dan mereka terlihat sangat bahagia. Berkunjung di Pantai ini selama 2 – 3 jam rasanya sangat menyegarkan jiwa.

Pembaca juga bisa menikmatinya keindahan Pantai Kuta Mandalika ini dari atas yang diambil gambarnya dari drone, sehingga sangat jelas Kawasan Pantai yang sebenarnya sudah dirancang untuk destinasi wisata International, dengan bangunan hotel dan pusat pembelajaan yang cukup memadai. Pantainya benar-benar terlihat eksotis bisa dinikmati dari You Tube yang saya lampirkan di sini. Semoga terhibur.

 

Bagu, 31 Mei 2024



 

 


Kamis, 19 Agustus 2021

Tiga Tempat Wisata The Best Sejarah Bung Karno di Kota Blitar

 

Tiga Tempat Wisata The Best Sejarah Bung Karno di Kota Blitar

Oleh : Drs. Hariyanto

 

Gambar 1. Istana Gebang, Makam Bung Karno dan Perpustakaan Proklamator Bung Karno merupakan satu kesatuan tempat wisata sejarah yang menarik di kota Blitar.

 

            Ada tiga tempat yang “hebat” sebagai tujuan  tempat wisata di kota Blitar, yang berhubungan erat dengan sejarah Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia. Disamping nilai historisnya tinggi  dari sisi pengunjung 3 tempat wisata ini tergolong  3 besar yang dikunjungi wisawatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.yaitu: 1) Makam Bung Karno, 2) Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan 3) Istana Gebang, tempat tinggal Bung Karno.

            Sekarang mari kita mulai dengan 3  wisata the best di Kota Blitar

1)      Makam Bung Karno

            Tidak terlalu sulit jalan menuju Makam Bung karno, karena memang letaknya strategis dalam wilayah kota kecil Blitar (hanya 3 kecamatan saja) Sementara Bus Pariwisata atau mobil pribadi biasanya parkir di kompleks parkiran resmi PIPP ( Pusat Informasai Pariwisata dan Perdagangan) , Dari sana penumpang bus akan disambung angkutan becak, atau jalan kaki sekitar 1 km.

            Jam buka dari Makam Bung Karno adalah mulai dari pagi pukul 07.00 wib hingga sore pukul 17.00 wib, dibuka setiap hari termasuk akhir pekan dan hari libur nasional. Di tempat ini pengunjung tidak akan dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis, namun hanya perlu membayar biaya parkir saja. Kompleks Makam Bung Karno seluas 1,8 ha ini berada sekitar 4 km ke arah utara dari Pusat Kota, tepatnya di Jl. Ir Soekarno di Kelurahan Bendogerit 49 Kecamatan Sananwetan dan berada persis di sisi jalan raya. Lokasinya mudah diakses baik dari stasiun Kereta Api Blitar maupun Terminal Bus.

            Bangunan utama yang berupa cungkup makam Bung Karno, dilengkapi dengan bangunan-bangunan pendukung yaitu; Gapura Agung, Masjid dan Bangsal.  Ada juga bangunan pelengkap yang terdiri rumah pengurus makam, tempat peristirahatan umum, halaman parkir, dan pertamanan. Bangunan yang berbentuk rumah Joglo, didirikan dengan kayu jati pilihan yang penuh ukiran khas Jawa sangat indah  dinamakan Astono Mulyo. Lantainya berbahan  batuan marmer yang didatangkan dari daerah Tulungagung. Keindahan dan kesejukan tempat Makam tersebut membuat peziarah  betah disana, disamping khusuk berdzikir sambil mendoakan arwah Proklamator Bangsa Indonesia dan ayah bundanya.

Di dalam Astono Mulyo ada tiga makam yaitu makam Ayahanda R. Soekeni Sosrodirdjo dan Ibunda Ida Ayu Nyoman Rai. Di tengahnya adalah makam beliau Bung Karno ditandai dengan batu pualam hitan bertuliskan “Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama RI, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”. Makam ini setelah dipugar diresmikan oleh presiden Soeharto pada 21 Juni 1979. Sejak itu orang ramai berziarah kemakam Bung Karno, dan selalu meningkat jumlah kunjungannya dari tahun ke tahun.

            Ditinjau dari jenis ziarah ke Makam Bung Karno ada 3 macam ziarah umumnya, yaitu ziarah politik, ziarah spiritual . dan ziarah biasa termasuk petinggi militer Panglima TNI. Sebagai  ziarah politik, maka mereka politikus yang akan mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) akan kesana seperti Megawati (Pilpres 2004), Joko Widodo (Pilpres 2014), dan Prabowo Subianto (Pilpres 2019). Jumlah "peziarah politik" diperkirakan sebanyak 400 hingga 500 ribu tiap tahunnya.

            Jenis kedua peziarah merupakan peziarah spiritual, yang sebagian besar menganut agama Islam. Ziarah ini merupakan wujud penghormatan orang yang telah meninggal, sesuai dengan tradisi Jawa mengunjungi makam orang-orang tertentu, seperti makam Wali Songo. Diperkirakan bahwa puluhan ribu orang mengunjungi makam Soekarno setiap tahunnya dengan alasan ini. Setiap tahunnya, juga ada tradisi ziarah dari Panglima TNI pada tanggal 18 September (hari jadi TNI). Di luar ziarah, makam tersebut juga merupakan destinasi wisata yang cukup populer untuk turis biasa.

Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, ada sekitar 1.500 pengunjung kompleks makam setiap harinya sepanjang tahun 2019, dan kompleks tersebut merupakan penggerak ekonomi setempat sebagai penarik turis yang cukup penting.  Walaupun saat ini di masa pandemi pengunjung turun menjadi sekitar 300 prang perhari.

2)      Perpustakaan Proklamator Bung Karno

Jika Makam Bung Karno di resmikan pada 21 Juni 1979 oleh Presiden Soeharto, maka kompleks Makam Bung Karno berupa Perpustakaan dengan berbagai fasilitas lainnya diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 3 Juli 2004.

            Sudah lebih dari 15 tahun bangunannya masih nampak eksotis, indah dipandang mata dan terawat sehingga cocok dengan wisata kekinian, baik wisata studi tentang Bung Karno, wisata religi maupun wisata keluarga. Semuanya tempat itu  boleh dikunjungi siapa saja tanpa dipungut biaya,

            Pendirian Perpustakaan Bung Karno digagas oleh Drs. H. Djarot Saiful Hidayat MS., Walikota Blitar periode 2000-2010. Beliau menginginkan untuk generasi mendatang memperdalam Nasionalisme Indonesia yang kokoh untuk membendung arus paham globalisasi. Beliau juga mencita-citakan untuk menjadikan Blitar sebagai “dapur nasionalisme” Indonesia. Perpustakaan Bung Karno diharapkan menjadi wahana untuk “menyegarkan” pemikiran ideologis Bung karno khusunya tentang Pancasila, Trisakti dan masa depan Nasionalisme Indonesia            ( Perpustakaan Keprisidenan Bung Karno, Gagasan Yang Melandasi ; IL. Krisdarjono dan tim : 2010)

            Perpustakaan Bung Karno dibangun berdasarkan perhitungan cermat, baik arsitektur, tata letak, serta simbul-simbul yang dikaitkan dengan Bung Karno dan Bangsa Indonesia. harus lebih tinggi karena derajat dan urutannya. Sehingga titik nol bangunan keseluruhan Perpustakaan harus direndahkan, hasilnya bangunan kelihatan lebih rendah dibanding Makam Bung Karno. Pintu masuk utama Perpustakaan menuju makam harus dibuat satu poros mata angin seperti bangunan Keraton  Yogyakarta Utara Selatan.

Karena itu jika kita masuk dari pintu utama Selatan , lurus ke Utara  akan melewati 21 pilar yang ditengahnya ada kolam. Dari pintu utama itu poros jalan melalui 3 tahapan yang dalam ungkapan Jawa disebut “purwo, madyo, wasono”, pengunjung akan melalui pintu utama masuk dan berjalan seperti tahapan tapak  kehidupan Bung Karno termasuk kehidupan kita umumnya.

            Layaknya perpustakaan modern, maka disana juga sudah lengkap koleksi dari khuusu, umum, referensi, anak remaja, serial, langka , memorable, multi media, dan sumber elektronik. Jam buka layanan juga full selama 7 hari seminggu antara jam 08.00 – 16.00 WIB. Selama masa pandemi Covid 19 sejak Maret 2020 beberapa cara layanan peminjaman buku diubah. Selain menggunakan protokol kesehatan juga ada layanan baru,” Anda pesan, kami antar.” Jadi pembaca bisa memesan pinjam buku melalui WA khusus dan akan diantar bukunya sampai rumah.

            Begitu masuk pintu utama dari Selatan, maka akan terlihat sebuah patung Bung Karno yang sedang duduk membaca sebuah buku,  Patung itu merupakan bagian dari seluruh arsitektur Perpustakaan. Untuk patung  desain  dirancang oleh G. Sidharta dari Yogjakarta. Terbuat dari perunggu dengan berat 8 kuintal (penanda bulan 8/Agustus). Pesannya : Bangsa Indonesia suka membaca seperti Bung Karno .Ada patung lain serupa saat ini di depan Plaza Manahan  Kota Solo, di Stasiun Kereta Api Blitar dan Di Kantor Pemkot Blitar.

            Ada Ruang Memorabilia (Museum kecil) di perpustakaan tersebut. Hampir semua pengunjung dipastikan mampir di museum apabila hendak berziarah ke Makam Bung Karno, karena pintu masuk dari Selatan menuju makam selalu melewatinya.. Museum ini disebut juga ruang Memorabilia. Di dalam museum ada koleksi lukisan, foto-foto Bung Karno, bendera, mata uang bergambar Bung Karno,  Baju Jas dan koper Bung Karno  dan beberapa patung. Banya hal menarik disana seperti lukisan Bung Karno yang seolah berdegup jantungnya serta pandangan matanya mengikuti pengunjungnya. Disana juga ada Gong perdamaian yang desainnya cantik pantas untuk berselfi.

 

3)      Istana Gebang

Istana Gebang adalah rumah kediaman mantan Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur. Rumah ini berada di Jalan Sultan Agung Blitar, sekitar 2 kilometer dari Makam Bung Karno. Setiap tanggal 6 Juni, hari kelahiran Bung Karno, di rumah ini diselenggarakan acara memperingati hari lahir Bung Karno. Biasanya diisi dengan  acara kesenian gamelan atau wayang kulit.

Israna Gebang merupakan saksi bisu yang sangat bersejarah yang berkaitan dengan Ir. Soekarno, berupa rumah tua yang dahulu menjadi kediaman orang tua sekaligus rumah masa kecil bagi beliau. Masyarakat lebih mengenal tempat ini dengan sebutan Istana Gebang, Istana masa kecil yang turut mengantar kesuksesan beliau, sang proklamator sekaligus presiden pertama kita Ir. Soekarno. Istana Gebang terletak di kelurahan Bendo Gerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

Banyak wisatawan luar Blitar yang tak tahu menahu dengan kediaman ini. Rumah tua ini yang berkaitan erat dengan Bung Karno karena menjadi tempat istirahat di masa kecilnya. Asal usul rumah ini berawal dari Sang Ayahanda Bung Karno yaitu R.Soekeni Sosrodihardjo yang dipindahkan tugaskan dari Mojokerto ke Blitar. Beliau menjabat sebagai Guru Sekolah Guru Laki-Laki (Normal Jongens School) yang sekarang bernama SMAN 1 Blitar.

Dulunya, Istana Gebang ini tidak begitu dikenal, karena rumah tersebut masih dimiliki dan dikuasai oleh ahli waris atau kerabat Bung karno. Namun, kini rumah tua tersebut telah dimuseumkan dan diserahkan kepada Pemkot Blitaruntuk dikelola dan  dapat dikunjungi wisatawan.

            Sebelum memasuki rumah (Istana Gebang), kita akan disuguhkan dengan patung Bung Karno di depan rumah. Selanjutnya, disambut bangunan tua yang terawat dengan baik.Ciri khas perumahan masa lalu dengan aksen Belanda cukup kental di setiap sudutnya. Arstitektur unik ini ternyata berasal dari pemilik terdahulunya  seorang warga Belanda CH. Porteir,  pegawai kereta api di Blitar.

            Nuansa khas zaman dulu jelas terasa saat memasuki setiap ruangannya. Hampir setiap ruangan dilengkapi dengan perabotan yang masih utuh. Mulai dari ruang tamu yang masih utuh dengan kursi-kursi kayu anyaman hingga kamar tidur tamu yang tertata rapi. Daya tarik lain hadir dari kamar Sang Proklamator yang masih tertata seperti aslinya. Rapi dengan sprei putih dan tudung kamar tidur.

            Selain kamar Bung Karno, tempat istirahat Ibundanya pun tak kalah menarik perhatian. Ruangan tersebut dilengkapi dengan cermin rias besar dan kamar mandi dalam. Halaman belakang lengkap dengan sumur tuanya dan berbagai ruangan lainnya. Sangat bersih, wangi, dan tertata rapi. Disana juga terpampang kenangan dalam foto ketika Bung Karno pulang ke Blitar tahun 1965 dan sungkem mohon doa restu ibunda, terasa sangat mengharukan.

            Kita juga dibuat takjub ketika memasuki dapur.  Ruangan ini dilengkapi dengan perabotan lengkap. Ada pemanggang roti, toples, alat penggorengan, lemari es, lemari kuno, sepeda kuno, hingga meja makan yang tertata seperti aslinya.

Rumah masa kecil presiden pertama Indonesia memiliki beberapa ruangan. Ada rumah induk, bangunan belakang, rumah keluarga cikal bakal, paviliun, dapur, rumah pembantu, balai kesenian, bekas kandang kuda, bekas lumbung padi dan garasi yang masih menyimpan mobil sedan Merzedez Bung Karno yang beliau gunakan saat berkunjung ke Blitar.

            Saat ini Istana Gebang juga dilengkapi duplikat Gong Perdamaian yang ada di pojok utara halaman timur. Gong ini aslinya ada juga di kompleks Perpustakaan Bung karno, dan bisa untuk tempat berfoto. Sementara di bagian barat bangunan sudah tersedia beberapa warung makan dan kuliner, berhalaman luas sekaligus parker bus dan mobil pengunjung.

            Sementara wisata budaya yang berkaitan dengan Bung Karno di kota Blitar  yaitu adanya peringatan setiap bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno. Ada berbagai event digelar di bulan Bung Karno, antara lain malam tirakatan sebelum 1 Juni, dilanjutkan Gerebeg Pancasila, Membawa gunungan lima diarak dari aloon-aloon ke makam Bung Karno dilanjutkan Kenduri Pancasila di area Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Pada setiap tanggal 21 Juni juga ada event “Haul Bung Karno” dengan acara seperti, Semaan Al Quran, Doa Lintas Agama, Manaqib dan  Tabarok, Yasiin Tahlil dan diakhir dengan acara 1000 tumpeng yang digelar disepanjang jalan depan makam sampai Istana Gebang dengan panjang sekitar 2 km. Acara pawai dan 1000 tumpeng tahun 2020 dan 2021 ini tidak digelar karena adanya Pandemi Covid 19.

 

Blitar, 19 Agustus 2021

Catatan :

  •       Sampai hari ini 19 Agustus 2021 ke 3 tempat wisata itu masih ditutup karena adanya PPKM dan kondisi Pandemi Covid 19
  •         Diantara ke 3 tampat itu ditengah-tengahnya ada Taman Kebon Rojo yang amat rindang dan pepohonan yang tinggi, sejuk di bawahnya dan gratis tiketnya. Letakntya sekitar 100 meter dari Istana Gebang. Saat ini juga masih ditutup.
  •         Ada masjid unik baru  yaitu Masjid Ar Rahman, sekitar 200 meter dari Makam Bung Karno menjadi tempat singgah sekaligus ibadah bagi banyak wisatawan, dengan arsitektur indah mirip masjid Nabawi di Madinah.  Saat ini juga masih ditutup.
  •        Artikel ini adalah bagian tulisan dari buku Antologi “ Pesona Nusantara : Khazanah Wisata Sejarah dan Wisata Alam Indonesia.”

 

Blitar, 23 Desember 2020

Sumber :

Jumat, 22 Januari 2021

Menghindari Bencana dengan 5 Cara Agama

 


Bencana Alam merupakan satu hal yang selalu berdampingan dengan manusia dan karenanya menimbulkan berbagai tanggapan terhadapnya. BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga minggu keempat Januari tahun ini.  Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana. Seperti Ebiet G. Ade yang menyanyikan syair lagunya “ Mengapa di tanahku terjadi bencana? Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita.Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.”

Kita masih bersyukur seperti dalam lirik lagu di atas masih dikaitkan dengan Tuhan, tentu sebaliknya kita tidak mengharap sebaliknya. Karena dalam satu kejadian bencana, kadang ada orang tetap menganalisa dengan keberadaan hukum alam semata, sebab akibat dalam putaran logika. Dan tidak ada kaitannya dengan doa. Seolah tidak ada pendekatan keagamaan yang boleh dikaitkan dengan adanya musibah bencana. Padahal sebenarnya akibat bencana adalah tekanan batin dan kejiwaan yang tergoncang. Tentu obat terampuhnya adalah berdoa dan berserah diri padaNya. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Itulah salah satu upaya dalam beragama.

Berikut sedikitnya ada 5 cara melalui agama disamping upaya pencegahan mitigasi bencana dll. Dari Republika, disebutkan bahwa ada lima cara agar penderitaan yang dialami umat manusia diangkat Allah SWT. 

Pertama, bertakwa kepada Allah SWT, yang maksudnya adalah seorang Muslim haruslah menjalankan apa yang diperintah Allah SWT. Ketaatan ini dilakukan dalam kondisi apapun termasuk saat sedang mengalami kesusahan. Kedua, adalah dengan berdoa. Ibn al-Qayyim mengatakan, "Doa adalah salah satu obat yang paling berguna. Doa adalah musuhnya malapetaka. Doa itu menyembuhkan, mencegah, dan mengangkat atau meredakan malapetaka. Ketiga, yakni perbanyak memohon ampun kepada Allah SWT. Memohon ampunan berarti memohon keamanan dari keadaan yang berkesusahan. Allah SWT berfirman: 

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ "Tetapi Allah SWT tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan." (QS Al-Anfal: 33). 

Keempat, yaitu sholat dengan khusyu, sampai Allah SWT membebaskan dari bala. Hal ini sebagaimana kisah yang diriwayatkan Aisyah RA di mana saat itu terjadi gerhana yang membuat banyak orang ketakutan untuk melaksanakan sholat. Lalu Rasululullah menyerukan untuk melakukan sholat berjamaah.

Kelima, adalah bersedekah. Amalan ini menjadi hal terpenting yang dapat meringankan malapetaka yang menimpa seorang Muslim. Ibn al-Qayyim mengatakan, amalan sedekah ini bahkan bisa menghilangkan malapetaka dari orang yang tidak beriman dan pelaku kejahatan.

Marilah kita mengirimkan doa Al Fatihah untuk saudara-saudara kita diberbagai tempat di Tanah Air ini yang sedang dilanda bencana dan musibah. Semoga Allah segera memberikan jalan keluarnya. Aamiin.

 

@Blitar, 22 Januari 2021

 

Kamis, 14 Januari 2021

Kabar Duka Bulan Januari 2021

 


Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Belum genap satu bulan tahun 2021 berjalan, segenap elemen bangsa merasakan duka mendalam atas insiden naas pada Sabtu (9/1/2020).

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 jurusan Jakarta - Pontianak dikabarkan telah kehilangan kontak dengan menara kendali setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontak terakhir terjadi pada pukul 14:40 WIB. Pesawat jenis Boeing 737-524 itu membawa setidaknya 50 penumpang yang terdiri dari 12 orang kru kabin. Pesawat itu mengangkut penumpang sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. 

Inna Lillahi wa Inna ilaihi Rojiun...semoga merek yang menjadi korban atas musibah ini mendapatkan ketenangan di surga. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Terus terang, sejak hari Sabtu kemarin hingga kini, penulis selalu merasakan ikut berduka, ikut menahan air mata tatkala mendengar berita TV yang menggambarkan beberapa penemuan serpihan pesawat. Bersamaan dengan hari itu juga terjadi “ledakan” jumlah kasus terinfeksi Corona yang dianggap terbesar selama ini  yakni tembus angka di tas 10.000. Padahal penulis pernah menulis di Gurusiana juga pada 1 Agustus 2020 lalu bahwa di awal Juli 2020 terjadi ledakan sebesar 2000 jiwa terinfeksi. Dalam kurun 6 bulan di Januari 2021 ternyata jumlahnya melipat  5 kali lipat. Rata-rata kenaikan jika diratakan hampir 2000 perbulan. Warning bagi kita semua.

Penerapan 3 M untuk langkah pencegahan hendaknya tetap dipertahankan dengan penuh kesadaran ; memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir pakai sabun , dan Menjaga jarak. Kasus meledaknya angka terinfeksi diduga kuat akibat adanya libur panjang, sehingga membuat Pemerintah mengambil langkah pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat  di Jawa Bali 11-25  Januari nanti.

Semoga duka Januari 2021 ini segera berlalu. Aamiin.

 

@Blitar 10 Januari 2021

 

Jumat, 01 Januari 2021

12 Amalan Kecil Berpahala Besar

 

Sebuah amalan atau perbuatan seseorang yang terkadang dianggap sepele namun sebenarnya mempunyai pahala yang besar jika diamalkan dengan penuh keihklasan. Berikut ini ada 12 amalan yang ringan untuk dilakukan namun berpahala besar, diantaranya yaitu :

Pertama, Dzikir “Subhânallâh wa bihamdihi, Subhânallahil ‘azhîm”. Dari Abu Hurairah a, dari Nabi `, beliau bersabda,“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (H.R. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

Kedua, Mengikuti muadzin di dalam adzannya. “Dari Abdullah bin Amr bin Ash h meriwayatkan bahwa beliau telah mendengar Nabi Muhammad ` bersabda, “Jika kalian mendengar seorang muadzdzin maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kalian atasku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat atasku satu kali shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali, kemudian mintalah kalian kepada Allah untukku Al Wasilah, karena sesungguhnya ia adalah kedudukan di dalam , tidak pantas mendapatkannya melainkan untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah orangnya (yang mendapatkan itu), maka barangsiapa yang memohonkan untukku Al Wasilah maka halal bagiannya syafaat.” (H.R. Muslim)

Ketiga, Wudhu dengan sempurna dan membaca do’a. Dari Umar bin Khaththab a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian selesai wudhu dia membaca: Asyhadu allâ ilâha illallâh wa anna muhammadan abduhu wa rasûluh (Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya), maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.” (H.R. Muslim)

Keempat, Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat dan ketika hendak tidur. Artinya, “Abu Umamah al-Bahily a berkata, “Rasulullah ` bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, niscaya tidak ada yang menahannya masuk  melainkan kematian” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6464)

Kelima, Membaca al-Qur’an. Dari Abdullah bin Mas’ud a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali….” (H.R. at-Tirmidzi, ath-Thabrani dan dinilai shahih oleh al-Albani)

Keenam, Bershalawat atas Nabi ` “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat maka niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh shalawat, dihapuskan darinya sepuluh dosa dan diangkatkan untuknya 10 tingkatan.” (H.R. an-Nasâi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’, no. 6359)

Ketujuh, Membaca dzikir ketika masuk pasar. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumît wa huwa hayyun lâ yamûtu, biyadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah seluruh kerajaan. Dan milik-Nyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak mati, di Tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat.” (H.R. at-Tirmidzi, al-Hakim, ad-Darimi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Kedelapan, Dua raka’at sebelum shalat shubuh. Dari ‘Aisyah i, Nabi ` bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (H.R. Muslim)

Kesembilan, Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan. Dari Abu Hurairah a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (H.R.Muslim)

Kesepuluh, Beristighfar untuk kaum beriman baik lelaki ataupun perempuan

“Dari Ubadah bin Shamith a berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah ` bersabda,“Barangsiapa yang meminta ampun untuk kaum beriman lelaki dan perempuan, maka niscaya Allah menuliskan baginya dengan setiap lelaki dan perempuan beriman satu kebaikan.” (H.R. Ath-Tahbarani dan dihasankan oleh al-Albani di dalam kitab Shahih al-Jami’, no. 6026)

Kesebelas, Menjawab adzan dan membaca do’a setelah adzan. Dari Jabir bin Abdillah a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do’a: Allâhumma rabba hadzihid da’watittammah washshalatil qa’imah, âti muhammadanil wasilata wal fadhilah wab’ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa’adtahu (Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya) maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari)

Keduabelas, Dzikir di masjid setelah shalat shubuh hingga terbit lalu shalat dua raka’at. Dari Anas bin Malik a, Nabi ` bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (H.R. At-Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Ketahuilah, bahwa gaya hidup orang-orang yang diridhai Allah adalah senantiasa merasa sedih dan rugi jika ketinggalan ganjaran dan pahala. Semoga kita diberikan petunjuk oleh Allah Ta’ala untuk mengamalkannya dan menjadi amalan rutin ringan di tahun baru 2021 ini… Allahumma âmîn.

 

Sumber  : https://dppai.uii.ac.id/amalan-ringan-namun-berpahala-besar/

Blitar, 1 Januari 2021