Minggu, 17 Desember 2023

PUISI 2.0 REBORN





Oleh : Hariyanto

Berikut beberapa puisi 2,0 yang pernah penulis buat di Oktober 2021. Puisinya masih taraf awal mengenal sehingga kelihatan seperti "lugu". Malam ini saya tergelitik me'reborn' puisi tersebut sehingga membuat saya tersenyum sendiri. Berikut hasilnya malam ini.

GENERASI MUDA

Karya. Hariyanto

 

ada tunas

di pucuk dahan

 

ada bunga

di pucuk harapan

buah meranum

 

pepohonan

rindang

tumbuh subur

akarnya menyatukan

pulau

 

 

---o0o---

 

 

 

BAHASA

Karya. Hariyanto

 

bahasa menunjukkan wajah

bahasa adalah tanda

hati

dan cita-cita mulia

seperti dulu

sumpah kakek nenek

kita

 

---o0o---

 

 

 

BELAJAR

Oleh  Hariyanto

 

siapa tak pernah belajar

hal kebingungan

tak pernah membaca

tanda-tanda zaman

sedihnya ....

tak bisa mengerti 

diri sendiri.

 

---0o0---

 

 

PANDEMI C.19

Oleh. Hariyanto

 

pandemi c.19 mengurung

mengukir 5 juta nama 

di batu nisan

mengingatkan hal

dalam satu antrean

 

---o0o---

 

--o0o---

 

KESEMPATAN

Oleh. Hariyanto

 

sulitnya merengkuh

masa

padahal waktu kita sama

sehari 24 jam adanya

 

masa

syukur

itu langka

rahmat dari-Nya

 

--o0o--

 

 

WAKTU

Oleh. Hariyanto

 

jika sampai waktunya

sedetik pun tak lepas

 

tangkaplah hari

sebelum menjadi bulan

atau menahun

melupakan

 

Blitar.4.10.2021

Direvisi malam ini, 17.12.2023

 


Selasa, 28 November 2023

Mengikat Tekad di Buku Puisi




Oleh : Hariyanto

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt, sampai saat ini masih bisa berkolaborasi dengan Cak Inin dan kawan-kawan pecinta Puisi 2.0 untuk berkreasi dalam menulis Puisi 2.0. Kali ini dengan tema Sumpah Pemuda, mengenang salah satu tonggak  penting perjuangan Bangsa Indonesia utamanya tekad yang sama untuk persatuan bangsa, baik dalam bertanah air, berbangsa dan berbahasa yang sama Indonesia.

Ya mengenang peristiwa 95 tahun yang lalu saat negeri ini dijajah oleh kolonial Belanda. Semua kebebasan dibatasi, termasuk berorganisasi dan berbahasa yang sama. Karena penjajah jelas lebih tahu bahwa persatuan suatu negeri akan membawa akibat goyahnya negeri jajahan. Dan saat Sumpah Pemuda dikumandangkan, dibawah tekanan penjajah hasil kongres Pemuda itu adalah karya yang luarbiasa.

Sebagai penerus bangsa, kita berusaha merajut intisari perjuangan, melalui suara batin yang berwujud semangat dan tekad untuk selalu merdeka dari penjajahn. Maka tekad bersatu dan tekad merdeka dalam banyak segi kehidupan adalah nilai hidup yang sangat mulia untuk dilestarikan. 

Puisi-puisi berikut adalah karya penulis yang ikut meramaikan isi buku antologi : Mengikat Tekad Bagimu Negeri." yang khusus menyajikan model Puisi 2.0 dengan ciri khusus susunan kata yang  tidak lebih dari 20 kata. Puisi ini termasuk upaya melestarikan nilai luhur, semangat persatuan dan pengabdian pada bangsa Indonesia.  Bersama 13 penulis di dalamnya semua menyuarakan nilai-nilai luhur tersebut sebagai penanda bahwa kami semua sangat mencintai negeri elok "Indonesia" ini. Semoga terhibur. Aamiin. 

  1. AKU INGIN

@Hariyanto

 

aku ingin

menatap

seorang pemuda berdiri

perkasa

di puncak kearifan

menatap luas samudera

bijaknya melambungkan negeriku

di langit suci

 

Blitar , 231023

 

 

  1. INDONESIAKU

@Hariyanto

 

cahya semburat

semburat semangat

di langit timur menyapa

aku cinta mati

Indonesiaku

 

negeri elok

aman

di tengah derai

bising mesiu

bernafsu

 

Blitar, 221023

 

  1. ADALAH INDAHNYA BERSATU

@Hariyanto

mata air memancar

senandung rindu

bersayup

dari

muara dendang

di tengah pernik cahaya

terbesit indah

memukau

kemilap jiwa menyatu

Indonesiaku

 

Blitar, 81023

 

 

 

 

 

  1. SAYAP GARUDA

@Hariyanto

 

ketika sayapnya terkembang

terbukalah

cakrawala itu

indah pandang

permata kilau menawan

membentangi 

lautan

ombaknya bergolak

menghempas

bebas

 

Blitar, 81023

 

 

 

 

 

  1. FAJAR DI LANGIT TIMUR

@Hariyanto

 

fajar di langit timur

timur

berlalu

begitu saja

namun tatapan mata

hati

Indonesiaku

mengikat kuat tekad

satukan

persamaan

 

 

Blitar, 2 1023




Sabtu, 16 September 2023

ChatGPT Mampu Menulis Karya Puisi dalam Beberapa Detik

 




Oleh : Hariyanto

Benarkah AI chatGBT mampu menulis puisi secepat itu ?

Benar, dalam tempo kurang 10 detik chatGBT mampu menyajikan sebuah puisi sepanjang 5 bait dengan panjang setiap baitnya ada 4 baris. Contohnya adalah PUISI TENGAH MALAM ini :

PUISI TENGAH MALAM

 

Di tengah malam yang sunyi,

Bintang-bintang bersinar terang,

Seperti cahaya hati yang bersemi,

Dalam kegelapan yang tak berujung.

 

Malam ini, aku merenung sendiri,

Mendengarkan bisikan angin malam,

Mengalirkan kata-kata dalam jiwa,

Menyusun puisi yang penuh dengan lamunan.

 

Kata-kata terjalin indah seperti benang sutra,

Mengungkapkan rasa dalam-dalam,

Malam ini adalah waktu untuk merenung,

Di dalam dunia yang tenang dan hening.

 

Dalam gelapnya malam, ada keindahan yang terselip,

Seperti mimpi-mimpi yang tak terucapkan,

Puisi tengah malam adalah pelukanku,

Ketika dunia tidur dalam kelembutan.

 

Dalam diam, kata-kata datang bersama,

Mengalir seperti sungai yang tenang,

Malam ini, aku menulis puisi,

Untuk merayakan keindahan malam yang mendalam.

 

Kemudian ketika kita merasa tidak puas dengan puisi tersebut, maka mesin chat itu kita perintahkan untuk memperbarui lagi . Maka tekan tombol “regenerate”; dan dalam waktu sekitar 7 – 10  detik muncullah karya baru lagi . Contohnya berikut  ini :

 

2.

Tengah malam bersembunyi dalam gelap

Di bawah langit yang terhampar luas

Bintang-bintang berkilauan di atas sana

Seakan menyapamu dengan diamnya.

 

Di malam ini, rasa sunyi menghampirimu

Seperti gelap yang merayap dalam hatimu

Namun, jangan biarkan rasa itu menguasaimu

Karena malam juga punya keindahannya sendiri.

 

Di dalam malam, ada pesona yang tersembunyi

Suara angin yang pelan, menyusuri pepohonan

Gelombang samudra yang berbicara dalam bisikan

Malam ini, mereka menjadi sahabatmu.

 

Tengah malam bukanlah waktu untuk berduka

Tapi untuk merenungi dan berpikir dalam-dalam

Tentang hidup, cinta, dan impian yang membara

Di dalam hatimu yang penuh harapan.

 

Jadi, biarkan malam ini menjadi temanmu

Di tengah gelap, ada cahaya yang bersinaDi tengah sunyi, ada kata-kata yang terucap

Puisi tengah malam, menyiratkan makna yang dalam.

Coba kita bandingkan dari sisi bahasa dan pengertiannya pada 2 puisi ini,

Puisi Judul Tengah Malam

Analisa Bait ke 1 Puisi 1

 

Di tengah malam yang sunyi,

Bintang-bintang bersinar terang,

Seperti cahaya hati yang bersemi,

Dalam kegelapan yang tak berujung

Analisa Nait ke 1  Puisi 2

 

Tengah malam bersembunyi dalam gelap

Di bawah langit yang terhampar luas

Bintang-bintang berkilauan di atas sana

Seakan menyapamu dengan diamnya.

 

Analisa Bait ke 5 Puisi 1

 

Dalam diam, kata-kata datang bersama,

Mengalir seperti sungai yang tenang,

Malam ini, aku menulis puisi,

Untuk merayakan keindahan malam yang mendalam.

 

Analisa Nait ke 5  Puisi 2

 

Jadi, biarkan malam ini menjadi temanmu

Di tengah gelap, ada cahaya yang bersinar

Di tengah sunyi, ada kata-kata yang terucap

Puisi tengah malam, menyiratkan makna yang dalam.

 

 

 

Tujuan dari penyandingan 2 bait puisi ini adalah untuk melihat berbagai aspek kebahasaan. Bisa dari segi kosa kata maupun arti . Secara umum bahasa yang digunakan berbeda, tidak ada persamaan yang signifikan. Ini bisa kita artikan pembedaharaan kosa katanya cukup kaya. Penggunaan gaya bahasa ada menandakan puisi ini cukup bernilai. Mungkin cukup seperti ini saja penilaian itu, dan kita akan melihat puisi berikutnya. Hal penilaian lebih jauh misal penggunaan bahasa dan kata serta diksi yang tepat dan padat mungkin bagian dari pengembangan puisi itu sendiri.  Artinya produk mesin ini sepertinya masih ada “kekauan “ dalam diksimya.


Hal ini memang fakta, dalam waktu sekitar 21 – 30  detik dengan rata-rata 7- 10  detik perkarya puisi, maka kita bisa simpulkan jika ingin berkarya 100 karya puisi, diperlukan waktu 10 x 100 = 1000 detik/60  x 1 menit maka hasilnya adalah 16,66 menit.   Luar biasa kemajuan tehnologi.  Makanya ada saja youtuber membuka videonya dengan angka matematika seperti ini.....selama ini seseorang mampu membuat 1 karya puisi berapa lama ? 1 jam, 1 hari, 1 bulan  ? Jika 50 puisi 1 tahun ?   Kenyataannya tidak, jika saat ini kita nekerjasama dengan chatGBT. Analisa dengan waktu 10 detik perp 1 puisi maka dalam 16 menit, kita mampu membuat 100 puisi. Luar biasa mesinnya. Lalu Bagaimana kandungan puisinya. Sedikit analisa bahasa di atas dapat ditambahkan dengan kedalaman arti, dengan perbandingan puisi berikutnya:

 

Masih dengan judul yang sama sengaja saya ketik tanda lingkaran bertuliskan “regenerate” yang berarti diperbarui. Masih Puisi Tengah Malam yang ke 3 seperti berikut :

Tengah malam sunyi berbisik pelan,

Bintang-bintang bersinar di langit biru.

Di keheningan, hati merenung jauh,

Mencari makna dalam kegelapan malam.

 

Dalam gelap, mimpi pun berkembang,

Seperti bunga yang mekar di kegelapan.

Kisah-kisah tersembunyi pun terungkap,

Di antara bayangan dan cahaya bintang.

 

Tengah malam, dunia terasa berbeda,

Seperti dunia lain yang tak terjamah.

Di bawah cahaya bulan yang bersinar redup,

Hati ini terbuka untuk misteri malam.

 

Dalam hening, kita merenung dan bermimpi,

Mengarungi lautan pikiran yang dalam.

Tengah malam, saat kehidupan mereda,

Kita temukan kedamaian dalam pelukan malam.

 

 

Berikutnya puisi ke 4  “regenerate”

 

 

Di malam yang sunyi, bintang-bintang bersinar,

Seperti mata-mata cahaya, di langit yang begitu dalam.

Di bawah cahaya bulan yang bersinar lembut,

Aku merenung, hati ini tak bisa terbendung.

 

Tengah malam yang gelap, pikiran melayang jauh,

Ke tempat-tempat yang tak terjangkau oleh mata.

Di dalam keheningan, aku merenung dan berpikir,

Tentang kehidupan, cinta, dan semua yang hilang.

 

Tengah malam yang tenang, ku duduk seorang diri,

Menghirup udara malam yang begitu sejuk dan segar.

Aku merenung tentang mimpi-mimpi yang tak tercapai,

Dan semua harapan yang masih terpendam di dalam hati.

 

Tengah malam yang sunyi, ku tulis puisi ini,

Dengan kata-kata yang keluar begitu saja dari hati.

Malam ini, di bawah langit yang gelap dan tenang,

Aku merenung, dan puisi ini pun tercipta dalam hening.

 

Malam yang dalam, di malam yang begitu sunyi,

Puisi ini kutulis, sebagai ungkapan hati yang sepi.

Tentang kehidupan yang penuh misteri dan tanya,

Di tengah malam yang sunyi, aku merenung dan berpantun

 

Sampai 4 ini saja tidak saya teruskan lagi, walau jika diteruskan bisa lebih dari 10 puisi dengan judul yang sama. Setiap puisi saya hitung antara 7 – 10 detik dengan rata-rata 5 bait per bait ada 4 baris. Dari 4 puisi ini kita coba teliti lagi pada bait terakhirnya sebagai berikut :

Malam yang dalam, di malam yang begitu sunyi,

Puisi ini kutulis, sebagai ungkapan hati yang sepi.

Tentang kehidupan yang penuh misteri dan tanya,

Di tengah malam yang sunyi, aku merenung dan berpantun

 

Menurut penilaian saya penggunaan bahasanya masih cenderung panjang dan terlalu “resmi”  .Kata-katanya masih bisa diringkas dan dibuang pengulangan yang tidak perlu misal pada baris 1

Malam yang dalam, di malam yang begitu sunyi

( mungkin bisa ditulis Malam yang dalam, begitu sunyi)

 

Mengubahnya dengan cara menghilangkan beberapa bagian kata atau kalimat dapat disebut menyunting . Kegiatan ini sangat penting jika menulis puisi, bahkan diendapkan dulu tulisan puisinya baru disunting beberapa waktu kemudian untuk menghasilkan kata yang tepat, atau diksi.

Kita coba sunting 1 bait tersebut :

 

Malam yang dalam, di malam yang begitu sunyi,

Puisi ini kutulis, sebagai ungkapan hati yang sepi.

Tentang kehidupan yang penuh misteri dan tanya,

Di tengah malam yang sunyi, aku merenung dan berpantun

 

 Jadinya....

Malam yang dalam, begitu sunyi

Puisi ini kutulis

Tentang kehidupan yang penuh misteri

Di tengah malam yang sunyi kurenungi

 

Ternyata AI pembuat puisi bukan hanya Chat GPT. Ada Canva, Ada Catcut, Ada AI Rovoco dll, yang penggunaannya ada yang gratis ada yang berbayar. Kebetulan chatGPT ini versi gratisnya.

 

Pembaca yang ingin mencoba chatGPT dapat mendaftar dulu dengan email melalui link https://chat.openai.com/

Setelah terdaftar , masuk dengan login dan meulai dengan kolom seperti chat WA.....kita beri perintah dan AI akan menjawabnya.

 

Semoga bermanfaat.

 

 

Blitar, 16 September 2023