Senin, 19 Juli 2021

BERKURBAN

 


 

Berkurban

#hariyanto_puisi patidusa

 

Syahdu

Sebut Asma-Mu

Dalam hening malam

Akan esok hari Besar

 

Berkorban

Sungguh Mulia

Teladan agung abadi

Nan terbingkai emas murni

 

Kurban

Ibadah Suci

Indahnya ‘tuk berbagi

Nikmat serasa milik bersama

 

Berkurban

Ajaran Nabi

Relakan harga hati

Penuhi panggilan suci Ilahi

 

Berkuban

Bukti berdaya

Akal budi hati

Rela taklukkan tantangan nafsu

 

Berkurban

Kisah hilangkan

Harta dan jiwa

Dari belenggu hubud dunia

 

Berkurban

Bukti tulus

Hati penuh pasrah

Menatap Sang Maha Kaya

 

Berkurban

Nabi Ibrahim

Menurun anak cucu

Sampai hari akhir nanti

 

Berkurban

Kabar dahsyat

Langit membuka pintu

Untuk tetesan darah merahnya

 

Berkurban

Berperang kini

Lawan musuh tersembunyi

Jiwa pasrah jiwa berani

 

Berkurban

Menimang harta

Pada akhir perhitungan

Yang takkan pernah diduga

 

Berkurban

Hanya Allah

Serta diri mengetahui

Kedalaman akan sungguhnya hati

 

Kurban

Memaksa jiwa

Takluk pada panggilan

Pada sepi dalam keramaian

 

Berkurban

Ada saksi

Bulu, kuku tanduknya

Penghias elok pintu langit

 

Berkurban

Latih jiwa

Menimang harta

Melipat jadi sekecil kepalan

 

Doaku

Ya Allah

Jadikan kami kuat

berkurban walau tengah lemah

 

Amin

 

Blitar, 19 Juli 2021

@ hariyanto

Minggu, 18 Juli 2021

Belajar Puisi dari Lirik Lagu

 




Belajar Puisi dari Lirik Lagu

#Hariyanto_opini

 

Malam ini ketika membaca WA Grup Lagerunal, ada sahabat memberikan infonya tentang sebuah bentuk piisi yang lagi ngetrend saat ini. Puisi TELELET begitu sebutannya. Polanya adalah  3-4-5-6-5-4-3, ini tentu kreasi baru lagi mirip pola patidusa 4-3-2-1 atau darik 4444-333-22-1..... akhirnya semua bisa diterapkan sesuai dengan kesenangan dan kenyamanan masing-masing penulis.

Sedikit bocoran Puisi Telelet sebagai berikut :

3 baris -> Bait pertama

4 baris -> Bait kedua

5 baris -> Bait ketiga

6 baris -> Bait keepat

5 baris -> Bait kelima

4 baris -> Bait keenam

3 baris -> Bait Ketujuh

Puisi ini sengaja dibuat untuk para Pemula yang sulit membuat Puisi yang berkualitas dengan nilai Satra tinggi

Puisi ini dipilih bahasa sederhana tidak harus tinggi

Bahasa sederna yg mudah dipahami tetapi jika dirangkai akan memiliki keindahan sendiri.

Puisi ini mensyaratkan Rima akhir kalimat dua huruf yg sama. Hal ini tentu berbeda dengan puisi pada umumnya, Seperti itu sajalah sementara infonya/

Karena malam ini sebenarnya saya juga ingin menuliskan bagaimana belajar puisi dari sebuah lirik lagu yang ternyata mempunyai nilai puitis yang tinggi. Ambil saja contoh lirik lagu Ebiet G., Ade berjudul “Menjaring Matahari.” Karya Ebiet G,Ade.

MENJARING MATAHARI

@Ebiet G,Ade

Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku?
Pekat, hitam berarak menyelimuti matahari
Aku dan semua yang ada di sekelilingku
Merangkak menggapai dalam gelap

Mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan?
Deras, agar semua basah yang ada di muka bumi
Siramilah juga jiwa kami semua
Yang tengah dirundung kegalauan

Roda zaman menggilas kita
Terseret tertatih-tatih
Sungguh hidup terus diburu
Berpacu dengan waktu
Tak ada yang dapat menolong
Selain yang di sana
Tak ada yang dapat membantu
Selain yang di sana
Dialah Tuhan
Dialah Tuhan

 

Betapa indahnya irama, pengulangan kata dan bahasa metafora maupun kedalaman maknanya.

Apabila makna itu dikaitkan dengan situasi Pandemi saat ini masih mengena sekali. Dan kita menjadi sadar bahwa waktu terus memburu kita....... zaman akan menggilas kita yang akhirnya hanya Tuhanlah penolong-Nya.

Mari kita lihat bait 1 dan 2

Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku?
Pekat, hitam berarak menyelimuti matahari
Aku dan semua yang ada di sekelilingku
Merangkak menggapai dalam gelap

Mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan?
Deras, agar semua basah yang ada di muka bumi
Siramilah juga jiwa kami semua
Yang tengah dirundung kegalauan

Betapa dalamnya makna tersirat...juga betapa indahnya rangkaian kata-kata yang sangat kuat diksinya.

Kabut, benarkah pertanda akan segera turun hujan?

Deras........seolah hujan sudah deras turunnya.....agar semua basah yang ada di muka bumi.

Siramlah juga jiwa kami semua/  yang tengah dirundung kegelisahan

Sungguh saat inilah kegelisahan benar-benar menjadi kabut dan mendung yang menyelimuti kami semua. Pandemi corona yang berkepanjangan dan menjatuhkan banyak korban dan kehilangan. Menumpuk gelasah duka dan lara. Maka turunnya hujan, yang amat deras adalahsebuah Rahmat-Nya yang begitu sangat kita semua harapkan. Bukan hujan yang menhancurkan dan menghanyutkan harapan.

Saya hanya ingin menggaris bawahi, bahwa dari teks atau lirik lagu, ternyata bisa mencetuskan banyak ide untuk membuat satu puisi lainnya. Tentang dibuat model seperti apa puisinya. Di atas sudah banyak pilihannya.

Apakah seperti itu. Cobalah dengarkan lagunya sendiri dan nikmati syairnya.

 

Blitar, 18 Juli 2021

#hariyanto

 

 

Sabtu, 17 Juli 2021

BELAJAR

 



BELAJAR

#puisi_hariyanto


Belajarlah pada angin

Yang tak lelah hembuskan semangat

Agar alam bergerak

Menuju.kehidupan kesempurnaan


Belajarlah pada matahari

Yang bersinar terang

Menembus gelapnya ilmu

Agar terang benderang kebenaran.

Geraknya terbit dan tenggelam 

Adalah semangat menebar kebaikan

Siang dan malam


Belajarlah pada burung

Yang kicaunya merdu

Kepak sayapnya lincah

Arungi gurun dan sawah

Adalah semangat hidup dan berkarya

Yang tak pernah kenal putus asa mecari bekal

Sambil menebar kicau indahnya kebajikan


Belajarlah pada semut

Yang selalu berjalan beriring

Bersatu bekerjasama

Dalam satu arah kebaikan bersama


Dalam pandemi Corona ini

Belajarlah pada virus

Makhluk kecil yang gegerkan dunia

Ada kekuatan yang menyadarkan kita

Sesungguhnya hal kecil itu

Ada kebesaran-Nya

Yang menyebar hikmah


Bahwa kita harus tetap belajar

Di tengah keterbatasan banyak hal

Yang musykil dan tak terkirakan

Menjadi karya besar 


Belajarlah pada kearifan zaman

Yang datang tiba-tiba hari ini

Untuk memperkenalkan teknologi lebih dini

Sambil meneliti hikmah

Dibalik semua ini.


Belajarlah dari pandemi

Bahwa satu saat semua kembali

Kepada Sang Maha Pencipta.

Bekal apakah yang hendak kita siapi?


Blitar, 17 Juli 2021

#hariyanto


# edisi belajar di tengah pandemi

Kamis, 15 Juli 2021

4 PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA DAN TERAPANNYA




4 PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA DAN TERAPANNYA

#Opini_hariyanto

 

Andragogi begitulah sebutannya  adalah konsep pembelajaran orang dewasa yang telah dirumuskan secara sistematis sejak tahun 1920. Pendidikan orang dewasa adalah suatu proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hidup. Bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya (Pannen dalam Suprijanto, 2008).


Malcolm Knowles
 dalam publikasinya yang berjudul "The Adult Learner, A Neglected Species" mengungkapkan teori belajar yang tepat bagi orang dewasa. Sejak saat itulah istilah "Andragogi" makin diperbincangkan oleh berbagai kalangan khususnya para ahli pendidikan.

Andragogi berasal dari bahasa Yunani kuno "aner", dengan akar kata andr- yang berarti laki-laki, bukan anak laki-laki atau orang dewasa, dan agogos yang berarti membimbing atau membina, maka andragogi secara harafiah dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar orang dewasa. Sedangkan  istilah lain yang sering dipergunakan sebagai perbandingan adalah "pedagogi", yang ditarik dari kata "paid" artinya anak dan "agogos" artinya membimbing atau memimpin. Maka dengan demikian secara harafiah "pedagogi" berarti seni atau pengetahuan membimbing atau memimpin atau mengajar anak.

 

Malcolm Knowles (1986), menyebutkan ada 4 (empat) prinsip pembelajaran orang dewasa, yakni:

  1. Orang dewasa perlu terlibat dalam merancang dan membuat tujuan pembelajaran. Mereka mesti memahami sejauh mana pencapaian hasilnya.
  2. Pengalaman adalah asas aktivitas pembelajaran. Menjadi tanggung jawab peserta didik menerima pengalaman sebagai suatu yang bermakna.
  3. Orang dewasa lebih berminat mempelajari perkara-perkara yang berkaitan secara langsung dengan kerja dan kehidupan mereka.
  4. Pembelajaran lebih tertumpu pada masalah (problem-centered) dan membutuhkan dorongan dan motivasi.

Orang dewasa sebagai peserta didik sangat unik dan berbeda dengan anak usia dini dan anak remaja. Proses pembelajaran orang dewasa akan berlangsung jika dia terlibat langsung, idenya dihargai dan materi ajar sangat dibutuhkannya atau berkaitan dengan profesinya serta sesuatu yang baru bagi dirinya. Permasalahan perilaku yang sering timbul dalam program pendidikan orang dewasa yaitu mendapat hal baru, timbul ketidaksesuaian (bosan), teori yang muluk (sulit dipraktikkan), resep/petunjuk baru (mandiri), tidak spesifik dan sulit menerima perubahan (Yusnadi, 2004).

 

Kesimpulannya bahwa andragogi adalah pembelajaran untuk orang dewasa jelas sangat berbeda dengan penerapannya bagi anak atau pedagogi. Namun sesuai perkembangan zaman jika kita amati perbedaan itu ada semakin hilang jika ditinjau dari prinsip pembelajarannya,  Karena sesungguhnya praktek andogogi sudah banyak diterapkan di sekolah, bahkan saat ini pun justeru menjadi pemicu untuk sebuah pembaharuan metode pembelajaran.

 

Penerapan prinsip andragogi sebenarnya sudah berlangsung di sekolah baik secara sadar maupun tidak, dan menjadi salah satu penekanan yang perlu diterapkan terutama untuk metode pembelajaran baru.

 

Coba kita telaah kalimat di atas : “Orang dewasa sebagai peserta didik sangat unik dan berbeda dengan anak usia dini dan anak remaja, idenya dihargai dan materi ajar sangat dibutuhkannya atau berkaitan dengan profesinya serta sesuatu yang baru bagi dirinya.”

 

Bulankah saat ini kita sudah lama dikenalkan istilah CBSA sejak tahun 1980 an. Cara Belajar Siswa Aktif merupakan metode belajar dengan pendekatan Student Centered Learning. Pembelajaran berpusat pada siswa. Apalagi saat ini penerapan Kurikulum 2013 jelas-jelas berpusat pada siswa. Metode pembelajaran Problem Based Learning ; atau Discovery Learning. Semua membekali siswa dengan berbagai pengalaman lalu menemukan masalah dan menguraikannya. Bukankah ini gambaran sebuah   prinsip andragogi .” Proses pembelajaran orang dewasa akan berlangsung jika dia terlibat langsung ? “

 

Salah satu petuah Konfusius dari Cina : Aku mendengar dan aku lupa. Aku melihat dan aku ingat. Aku melakukan dan aku mengerti. Seolah praktek atau mengalami adalah hal yang perlu ditekankan dalam pendidikan masa kini. Hal ini menguatkan bahwa POD (andragogi) sebenarnya sudah banyak diterapkan di sekolah kita bahkan selalu ditekankan.  Setidaknya ada pesan bahwa metode ceramah hendaknya mulai dikurangi seiring diberikan praktek dan penggunaan media.

Di masa Pandemi saat ini  menggunakan moda daring (dalam jaringan). Hal  ini sangat membutuhkan kepercayaan luar biasa kepada sang anak. Apalagi adanya penerapan Merdeka Belajar. Siswa jelas diberi kepercayaan penuh seperti orang dewasa ( walau dalam taraf belajar) yaitu belajar mandiri karena dianggap sudah mempunyai pengalaman dasarnya, lalu menilai diri sendiri (self evaluation) dan praktik ketrampilan sendiri di rumah.  Disinilah tantangannya, baik bagi  Guru maupun Orangtua. Bagi Guru, sudahkah menyadari adanya perubahan besar dalam paradigma ini, bahwa siswa membutuhkan bimbingan dalam keterbatasan sekaligus mempercayakan dirinya menilai dirinya sendiri. Jangan sampai Guru selalu apriori tidak percaya pada pekerjaan siswa karena dikerjakan di rumah. Kalau pun toh dibantu orangtua, justeru disinilah kerjasama baiknya. Tentu semua dilandasi hal yang sama yaitu untuk membantu siswa balajar lebih berkembang lagi.

Akhir Guru dituntut untuk menerapkan prinsip Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan kita ; Ing Ngarsa Sing Tulodha, ( Di depan menjadi contoh teladan)  Ing Madya Mbangun Karsa ( Di tengah selalu membangun motivasi dan inisiatip Siswa) ; Tut Wuri Handayani ( Di Belakang betul-betul menjadi pendorong dan motivator ulung). Orang tua pun harus mempunyai pemahaman sama sekaligus mau menjadi guru sejatinya di rumah sendiri. Semoga

 

Blitar, 15 Juli 2021

@hariyanto



Rabu, 14 Juli 2021

PEMBATASAN

 




gbr. Sinpo.id

Pembatasan

#puisi_hariyanto

 

 

Pembatasan ternyata menyesakkan

Jika menjadikan perut lapar belum terisi

Dada sesak terhimpit kuatnya  aturan

Mata nanar menatap asap beracun

Menyakitan bahkan mematikan

 

Pembatasan ternyata juga membuat mulut kelu

Lidah kaku

Karena bicara tersedak oleh pagar baja

Yang tak tembus suara

kami hanya butuh makan

 

Pembatasan juga membuat tuli

Karena telinga buntu

Dan bebal oleh bualan

mengerak di dalamnya

 

Pembatasan di warung kopi dan soto

Menumpahkan isi panci dan teko

Yang sedang mendidih isinya

Yang terlalu lama dibakar

Karena menunggu pembeli

Yang semakin menyepi

Warung soto itu telah habis isinya

Tinggalkan kuah  tanpa isi.

 

Kami sudah tidak boleh jualan lagi katanya

Kami harus taat pembatasan aturannya

Kami harus diam di rumah saja

Menahan sepi berkepanjangan

Menahan lapar di tengah kedinginan

Karena  soto kami telah habis

Disita sore ini

 

Blitar, 14 Juli 2021

@Hariyanto