Senin, 23 November 2020

Mau PTM di Awal 2021, Begini Panduannya di Sekolah

 


Bapak Ibu Guru dan seluruh siswa seluruh Indonesia, jika ada pernyataan atau pertanyaan mau PTM (Pembelajaran Tatap Muka ) di awal 2021 nanti ?  Mungkin serentak jawabannya mauuu…..

Itu terjadi setelah berbulan-bulan semua orang termasuk guru siswa mengalami situasi pandemi Corona 19, dan telah memaksa merubah budaya dan perilaku baru dalam situasi dan jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

Dalam bidang tertentu seperti ekonomi, pasar-pasar dan mall dibuka dengan harapan roda ekonomi berputar kembali. Dalam bidang pariwisata, beberapa spot wisata dibuka, tempat-tempat ibadah pun mulai ramai kembali.

Pada 20 November 2020 kemarin dalam bidang pendidikan juga akan mengikuti jejaknya untuk dibuka pada awal semester genap Januari 2021 nanti dan diserahkan kewenangannya kepada Pemerintah Daerah. Pemberian izin pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara serentak dalam satu wilayah kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan dan/atau desa/kelurahan. “Pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain di daerah,” terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada pengumuman SKB Empat Menteri tersebut, secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Ya, alternative Pertemuan Tatap Muka (PTM) akan dibuka kembali. Suasana kerinduan sekolah akan segera terobati. Situasi keramaian di sekolah akan kembali pulih. Benarkah demikian ?

Dalam situasi khusus seperti ini maka kegiatan PTM pun akan dilangsungkan secara ketat mematuhi protokol kesehatan.

Mendikbud menyatakan prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tidak berubah. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama.

Begini Panduan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap 2020/2021

Untuk lebih detailnya, kita bisa mengunduh panduan dalam bentuk PDF di laman Kemendikbud. Panduan pembelajarannya secara garis besar akan saya tuangkan di sini:

Pertama, Perubahan Kebijakan yang Tertuang dalam Siaran Pers Kemendikbud Nomor: 368/sipres/A6/XI/2020 akan Mulai Berlaku Tahun Depan.

Tepatnya berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, yaitu bulan Januari 2021.

Kedua, Pemberian Izin Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dilakukan Secara Serentak Maupun Bertahap

Izin secara serentak yaitu pemerintah daerah memberikan izin kepada semua kecamatan, desa, atau kelurahan yang berada dalam sebuah kabupaten untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Sedangkan izin secara bertahap ialah izin yang diberikan oleh pemda tidak langsung untuk semua melainkan mengutamakan daerah tertentu yang dinilai butuh dan sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Pada dasarnya, jumlah tahapan pemberian izin akan bergantung pada penilaian pemda yang meliputi aspek kondisi, kebutuhan, hingga kapasitas satuan pendidikan di setiap jenjangnya.

Ketiga, Syarat untuk Satuan Pendidikan Agar Dapat Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sekolah untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka. Syarat tersebut dimulai dari penentuan pemberian izin oleh Pemda/Kanwil Kemenag, dilanjutkan pemenuhan daftar periksa kesiapan sekolah, persetujuan komite/perwakilan orang tua, hingga persetujuan dari orang tua.

Lebih dari itu, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal tulisan ini, tumbuh kembang siswa dan kondisi psikososial ikut menjadi bahan pertimbangan pembukaan sekolah.

Keempat, Daftar Periksa yang Wajib Dipenuhi oleh Sekolah

Pertama, tiap-tiap satuan pendidikan wajib menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hingga hand sanitizer dan disinfektan.

Kemudian, sekolah juga memiliki akses fasilitas layanan pendidikan seperti puskesmas, klik rumah sakit, dan sejenisnya.

Sedang di lingkungan sekolah, ada kesiapan untuk area wajib masker, mempunyai thermogun, serta memiliki pemetaan warga yang terkait dengan kondisi medis, akses transportasi, hingga riwayat perjalanan.

Terakhir, satuan pendidikan juga wajib mendapat persetujuan komite sekolah/ perwakilan orang tua wali terkait kebolehan menggelar pembelajaran tatap muka.

Kelima, Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka

Pada intinya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Dalam FAQ panduan Pembelajaran Tatap Muka dari Kemendikbud, tertuang aturan sebagai berikut:

  • Kondisi kelas harus memenuhi jaga jarak minimal 1,5 meter. Jumlah maksimal siswa per ruang kelas jenjang PAUD sebanyak 5 orang, jenjang pendidikan dasar dan menengah sebanyak 18 orang, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 5 orang.
  • Terkait jadwal pembelajaran, bisa dilakukan dengan sistem bergiliran rombongan belajar (shifting) yang mana, jadwal pelajaran dapat ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.
  • Satuan pendidikan menerapkan perilaku wajib seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak minimal 1,5 meter, tidak berkontak fisik, serta menerapkan etika batuk/bersin.
  • Warga di satuan pendidikan dalam keadaan sehat, alias tidak memiliki gejala Covid-19.
  • Kantin belum diperbolehkan untuk dibuka selama masa transisi dua bulan pertama.
  • Kegiatan olahraga, ekstrakurikuler, serta kegiatan lain selain pembelajaran tidak diperbolehkan selama masa transisi. Sedangkan kegiatan belajar di luar lingkungan satuan pendidikan diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Demikianlah panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk semester genap 2020/2021 yang akan bergulir pada Januari 2021 nanti. Semoga semua pihak terkait, Sekolah, Guru ,Siswa Orangtua, Pemkot dan Pemda , Stgas Covid 19 segera berbenah mempersiapkan diri dengan baik.

Semoga kasus Pandemi ini akan segera selesai, korban terinveksi segera berkurangan, vaksin segera ditemukan. Dan tentu saja dengan tetap berdoa  berharap  semoga Allah akan segera mencabut wabah Corona 19 ini. Untuk informasi lebih lanjut seperti tuangan siaran pers Kemendikbud dan panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, silakan kunjungi website resmi Kemendikbud pada link berikut ini:

www.kemdikbud.go.id

Blitar, 23 November 2020

Jumat, 20 November 2020

Resume Jumat Malam

 Hari ini Jumat malam alhamdulillah berhasil menulis resume belajar menulis lewat WA asuhan Om Jay. Topiknya menghadirkan narasumber seorang blooger sekaligus penulis buku yang berhasil. Ibu Rita Wati yang juga seorang guru kelahiran Tanjung Pinang dan kini menetap di Bali. Termasuk finalis blogger guru dalam lomba blog Tingkat Nasional dalam rangka Hari Kemerdekaan RI 2020 kemarin, Termasuk peserta belajar menulis Om Jay gelombang 10 Keiinginan menulis sudah sejak 2001, kemudian sejak 2005sampai menulis novel 80 halaman. Tetapi karena kurang PD tulisan novel itu disimpan di latop dan di password agar tidak dibaca orang. Di tahun 2005 juga beliau berhasil membuat blog dan mengisinya dengan beberapa tulisan sebelum akhirnya bosan lagi karena malas pergi ke Warnet untuk akses internet. 

Anehnya, di tahun 2011  bisa bangkit lagi membuat blog dengan sekali lagi membuat beberapa tulisan artikel , sebelum akhirnya lagi-lagi menjadi terabaikan. Hingga  2013 blog terabaikan kemudian mulai dilirik lagi setelah mengikuti lomba menulis essay berbahasa Inggris  karena tergugah dengan adanya kurikulum 2013 yang menghapuskan mata pelajaran TIK. Sebagai mahasiswa TIK beliau galau dan ikut lomba itu walaupun dengan bahasa Inggris minim. Anehnya saat itu beliau PD saja yang penting bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Tak disangka tulisannya masuk dalam finalisnya. Tetapi episode malas kembali lagi, setelah dua tulisan muncul di blog , menjadi terakhir saat itu .Blog kembali dibiarkan penuh sarang laba-laba, tidak terurus lagi. Hingga Pandemi Corona 2020 memaksanya memulai menulis lagi di Blog. Itu pun lagi-lagi bertahan 3 tulisan sebelum penyakit malas kembali.

Di tengah kegalauan itulah beliau kenal dengan program belajar menulis Om Jay , dengan tugas uniknya membuat resume setiap selesai materi. Ikut lomba Blog juga dipelopori Om Jay, berhasil menjadi 8 finalisnya. Sambil berjalan ternyata bakat menulisnya tumbuh lagi luar biasa bisa menghasilkan karya buku tunggal 2 buku. Dan calon terbit bareng Prof, Eko. Ada 5 buku Antologi dimana 3 buku Antologi beliau yang menjadi kuratornya yaitu Senandung Guru jilid 1 dan 2. Pengalaman luar biasa mengikuti kelas menulis Om Jay antara lain bisa menulis buku hanya dalam 3 minggu saja. 


Hariyanto, Blitar, 20 November 2020

Rabu, 18 November 2020

K e r u m u n a n

 

        sumber gambar : Tempo.co

Pandemi Covid 19

Di tahun dua ribu dua puluh Corona

makna kerumunan lalu lebih istimewa

.

Kerumunan tidak lagi  bak semut di sekitar gula

Pabrik-pabrik keluarkan surat PHK

Memisahkan segalanya

.

Shaf-shaf sholat pun berongga kini

Agar angin mengusir Corona

Yang bersembunyi di balik karpet yang sudah hilang

.

Kerumunan pun menjadi momok

Diantara kluster dan rumah pesakitan

Yang siap memangsa kurbannya

.

Kerumunan meneror pejabat berjatuhan

Bersama debu di antara gemuruh ribuan orang

Terbang liar ke langit biru lalu pekat hitam

.

Kerumunan simbul guyub kerukunan

Berubah menjadi simbul kematian

Entah sampai kapan ?

.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

Berjarak kini pun tangguh, bersatu melawan Corona

Entah sampai kapan ?

.

Andai Corona tampakkan diri

Pastikan pesannya nyaring bernyanyi sendu

Kembalilah kerumuman, kembalilah kebersamaan

Rengkuhlah bersama kebaikan

Jaga warisan nenek moyangmu

Bersih lahir batin.

.

Blitar, 18 November 2020

 

Senin, 16 November 2020

Logo HGN Itu Akhirnya Muncul






Setelah sempat mengalami kontroversi plagiat, akhirnya logo HSN 2020 muncul juga, diumumkan pemenangnya oleh Kemendikbu pada 12 November 2020 lalu. Padahal sebelumya akan diumumkan tanggal 10 November 2020. Logo yang diduga plagiat itu telah dianulir karena mirip dengan simbul pada acara tertentu  di luar negeri.

Seorang pengguna Twitter, mengunggah sebuah logo dari sebuah acara Gereja di Brazil, yang sama persis dengan logo pemenang sayembara logo  HGN. Secara grafis, nyaris tidak ada perbedaan pada keduanya. 

Logo menurut wikipedia merupakan suatu gambar atau sekadar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaandaerahorganisasiproduknegaralembaga, dan hal lainnya membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.

Logo harus memiliki filosofi dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat yang berdiri sendiri atau mandiri. Logo lebih lazim dikenal oleh penglihatan atau visual, seperti ciri khas berupa warna dan bentuk logo tersebut.

Logo memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi. Yaitu:

1.     Kesatuan (berhubungan)

2.     Dominasi (daya tarik)

3.     Irama (berkesinambungan)

4.     Proporsi (enak dipandang)

5.     Keseimbangan (sama)

Logo yang baik bisa mewakili produk atau perusahaan dan juga mudah diingat.

Sehubungan dengan peringatan Hari Guru Nasional Kemendikbud baru-baru ini mengadakan sayembara logo untuk maskot HGN. Karena bertemakan kegiatan seorang guru maka pemenangnya adalah logo yang berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh seperti situasi kondisi saat ini.

Kemendikbud mengapresiasi masukan berbagai pihak mengenai sayembara logo Hari Guru Nasional (HGN) 2020. Dengan mengedepankan prinsip transparansi, independensi, akuntabilitas, dan orisinalitas dalam proses penjurian, dengan ini panitia mengumumkan pemenang Sayembara Logo HGN 2020.

Pemenang Sayembara Logo HGN 2020 adalah Teguh Prasongko E. (DKI Jakarta).

Makna Logo

Logo menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi pandemik saat ini. Elemen-elemen desain yang terdiri dari figur pak guru, ibu guru, serta siswa dan siswi yang digambarkan sedang memakai masker, tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol-simbol wi-fi, laptop, telepon seluler, serta aplikasi telekonferensi, yang memiliki relevansi kuat dengan kondisi aktual saat ini sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar.

Sementara bentuk hati, menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua, yang bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Empat peserta yang mendapatkan apresiasi dalam Sayembara Logo HGN 2020 adalah sebagai berikut:

1. Asep Wawan Suwandana (Jawa Barat)

2. Ramandhika Septa Yoga (Jawa Timur)

3. Reni Nur Safitri (Bengkulu)

4. Syamsul Fajri (Sulawesi Selatan)

Logo

 

Sumber : https://gtk.kemdikbud.go.id

Blitar, 16 November 2020

  

Puisi Subuh di Bandara



Subuh di Bandara


Subuh di Musholla Bandara

Sejumlah jamaah bersua

Dalam shaf rapi pagi 

Sigap bersama

Melantunkan doa 

Bermunajat

Maka berkumpullah doa mereka

Lalu menyebar

Ke pelbagai pelosok kampung halaman

Mengabarkan kedatangannya masing-masing

Dari pesawat yang melesat bersama Irodat-Nya

 

.

Waru, Sidoarjo, Juanda. @had 15 Nov 2020

#sebulan kelahiran sang cucunda

Akhirnya Tiba....

Di Board arrival Bandara.

tertulis pesawat tiba jam 08.00

namun waktu berlalu melewatinya

detik demi datik menjadi menitan

puluhan menit tiba

dan 08.33 landed katanya di board

namun jam 09.00 lebih akhirnya keluar juga

keluargaku muncul di pintu keluar

Alhamdulillah. semua datang selamat

tak kurang satu apa

cerah ceria

wajah

kembali

Putriku dan ibunya.

Lombok Praya Surabaya for an hour

Alhamdulillah, aku pun siap menyongsongnya

untuk kembali ke Blitar for five hours again.

.

Blitar, 16 November 2020