Selasa, 19 Desember 2023

Bersyukur dengan Menulis Buku





Oleh ; Hariyanto

 

          Alhamdulillah, rasanya begitu lega sekali bisa menyelesaikan sebuah karya buku. Mengakhiri tahun 2023 ini menjadi surprise karena berhasil mengumpulkan berbagai tulisan menjadi sebuah buku. Menjadi surprise juga ini merupakan bukti dari sebuah perjuangan meraih komitmen yang telah dicanangkan dulu di awal tahun. Untuk diri sendiri dan juga untuk kebersamaan grup Literasi RVL. Ya di Rumah Virus Literasi ini penulis sudah menulis target sebelumnya bisa menulis 3 buku di tahun 2023. Namun sejauh ini sementara berhasil menenuaikannya 2 buku saja. Sekali lagi berkat Rahmat Allah yang perkasa, kita masih diberi kekuatan menyelesaikan target menulis buku.

          Buku pertama berjudul “ Persembahan 60 Puisi 2.0 NAIK TANGGA.” Adalah kumpulan puisi 2.0 yang ditulis selama periode tahun 2023. Isinya berbagai tema, dan pilihan judul persembahan 60 puisi 2,0 adalah hadiah ulang tahun penulis yang ke 60 di awal tahun 2024 nanti. Sub judul NAIK TANGGA adalah cerminan dari kisah perjalanan hidup manusia, seperti kita semua yang menjalaninya dengan penuh liku kehidupan. Baik kehidupan di sekolah tempat profesi penulis sebagai guru ketika melihat siswa-siswanya di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

          Banyak pelajaran yang bisa dipetik dalam kehidupan ini termasuk dalam grup WA RVL yang bergerak dalam bidang literasi. Di bawah bimbingan faoundernya Dr. Moch Khoiri kita selalu mendapatkan asupan motivasi diri untuk menulis, menulis dan menulis. Karena dengan prinsip menulis, hambatan apa pun akan hilang dengan sendirinya. Begitu cerminan seorang penulis pemula yang diibaratkan naik sepeda, jatuh bangun sudah biasa. Dan satu hal yang juga pernah disampaikan beliau adalah memberikan hadiah untuk dirinya sendiri, sebagai penghargaan atas prestasi yang diraihnya, sekecil apa pun. Bagi seorang penulis, di saat ulang tahun mampu memberikan hadiah berupa karya buku adalah surprise. Itulah salah satu anjuran beliau yang saya ingat.

          Ketika sahabat Cak Inin Mukminin merayakan usianya yang ke 57, beliau berkarya sebuah buku “LARON” kumpulan Puisi 2.0.  Jejak beliau juga mengisnpirasi saya, termasuk semangat anggota grup “P.20” tempat berkarya dan saling belajar menulis puisi 2.0. Intinya membuat hadiah untuk dirinya saat berulangtahun itu sangat mengesankan.

          Buku kedua saya berjudul Menulis Puisi 2.0 Belajar dari Sang Penggagas adalah kisah saya tatkala belajar menulis puisi 2.0 bersama Bapak Endang Kasupardi sang Penggagas P 2.0 dalam sebuah grup WA. Kisah yang hampir setiap malam banyak karya bermunculan, dan sering dibahas oleh Sang Pengagas. Hasil dari pembahasan di grup WA saya tulis ulang dalam bentuk artikel dan saya muat di blog pribadi. Hasil tulisan itulah yang menjadi sumber utama dari materi buku ke dua tersebut.

          Intinya ada banyak kepuasan batin tatkala buku ditulis dan mendapatkan sentuhan langsung dari beliau Sang Penggagas. Belajar serasa tidak berjarak lagi. Tehnologi komunikasi begitu benyak memberi andil dalam hal ini.

          Pelajaran berharga dari kedua karya buku ini adalah begitu banyaknya kemudahan kita menyusunnya, apalagi jika kasusnya seperti ini. Tulisan tinggal mengambil dari artikel lama yang telah dimuat di blog. Ditambah dengan sentuhan dialog dan pengalaman pribadi maka buku ini menjadi “sangat istimewa.” Karena sesungguhnya buku kedua ini penuh dengan bab-bab yang mengulas dari problem tulisan puisi 2.0.

          Inspirasi saat saya menyampaikan materi tentang puisi 2.0 bersama komunitas RVL pada bulan Pebruari 2022 lalu  Begitu selesai acara zoom banyak peserta yang tertarik dan langsung mempraktikannya. Ketika belajar bersama dalam sebuah grup P.20 yang juga terbentuk karena zoom itu, maka berikutnya beberapa penulis buku puisi 2.0 terbit. Tercatat karya yang muncul antara lain “Laron” karya Cak Inin Mukminin, “Kidung dan Mahabah Ramadhan” Karya Telly D, “Pesona Cakrawala Aksara” karya Bu Kanjeng, , “Mata Pena Bicara” karya Efrizal. Ada juga dari sahabat lain yang belum tercatat.

          Sementara buku saya terbitan tahun 2022 adalah “Merakit Asa” melengkapi buku solo kumpulan puisi 2.0 yang ada. Di tahun 2023 karya :NAIK TANGGA” juga hasil kumpulan karya bersama di grup WA P 2,0 . Intinya Menulis Puisi 2.0 itu “mudah” alias “tidak sulit.” Karena sudah dibuktikan oleh para sahabat RVL.

          Tulisan ini bukan bermaksud pamer, tetapi semata meletakkan niat kembali secara benar, disamping untuk memberikan motivasi diri dan sahabat, juga wujud syukur kita; atas apa yang Allah telah anugerahkan kepada kita. Kesempatan, kesehatan, kemampuan, dan ide-ide serta lingkungan dan sahabat yang saling memotivasi.

          Menulislah dengan niat syukur nikmat, pastilah Allah akan menambah nikmat kita semua. Semoga kita bisa konsisten menjalaninya. Aamiin. Menulis juga obat “pikun”, juga obat “PPS” (=Post Power Syndrom) yang insya Allah akan masuki dunia masa purna di bulan Pebruari mendatang. Mohon doanya semoga kita selalu mendapatkan rahmat sehat. Aamiin.

 

Blitar, 19 Desember 2023

Salam Literasi.

Catatan :

Yang ingin order  (PO) buku saya terebut silakan hubungan WA 089518958898.

Seperti dalam buku itu saya doakan yang memiliki dan membacanya akan mampu menulis puisi 2.0 dan membukukannya.

Salam

Hariyanto

  

2 komentar:

  1. MAREN = MANTAB DAB KEREN 2 bukunya CaK.Har. saya bangga daoat ilmu P.20 dari Cak Hariyanto yang berguru langsung ke penggagas Dr. Endang Kasupardi.

    BalasHapus