Jumat, 04 Desember 2020

Bertamu dan Hikmah Menerima Tamu

 


Bertamu ke rumah seseorang harus didasari dengan niat yang benar misalnya silaturrahmi. Dalam konteks keislaman, silaturahmi  sangat dianjurkan karena banyak faedah yang diperoleh dalam hidup ini. Sesuai ketentuan agama silaturahmi dapat mendatangkan pahala dan kebaikan bagi kedua belah pihak. Bagi tuan rumah , memuliakan tamu  merupakan anjuran agama dengan nilai kebaikan yang luar biasa di dalamnya. Sehingga urusan bertamu dan menerima tamu hendaknya menjadi satu tradisi yang patut dipertimbangkan dalam hidup ini. Sedangkan kebaikan bagi sang tamu akan memperoleh pahala silaturahmi antara lain bertambahnya rezki dan dipanjangkan umurnya.

Dalam sebuah riwayat, kisah sahabat Anshar membawa tamu Rasulullah namun keadaan sahabat anshar tersebut sebetulnya mempunyai makanan secukupnya saja untuk anak dan isterinya. Maka dengan kesepakatan sang isteri mereka menjamu tamu tersebut, sementara lampu di kamarnya dimatikan untuk alasan perbaikan. Maka perbuatan itu mendapatkan  pujian dari Allah swt. dengan turunnya surat al-Hasyr: 9, Allah berfirman, "Dan mereka (orangorang Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan."

Malam itu, sahabat yang diketahui bernama Sayyidina Tsabit Al-Anshari beserta istrinya hanya duduk bersama dengan tamunya dan seolah-olah sedang makan pula. Nyatanya sebelum itu Tsabit berkata pada istrinya, "Aku akan membawa seorang tamu malam ini, jika dia mulai makan maka padamkanlah lampu dan pura-puralah memperbaikinya.

Selama tamu itu belum kenyang, maka kita jangan makan sedikit pun." Berdasarkan kisah dari kitab Durrul Mantsur, keesokan harinya, saat Tsabit hadir dalam majelis, Baginda Rasulullah bersabda, "Wahai Tsabit, Allah SWT sangat menyukai penghormatanmu kepada tamunya tadi malam."

Karena itu seyogyanya kita tidak bersedih jika menerima tamu, dan seharusnya dengan tulus menjamunya sesuai kemampuan . Mengingat banyaknya hikmah kebaikan dibalik itu seperti :

1)Membawa rizki dan kepulangannya membawa ampunan bagi tuan rumah. 2) Diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umur. "Barangsiapa ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim” (HR. Bukhari) 3) Tidak ada kebaikan seseorang yang tidak dikunjungi tamu. Sepatutnya merasa sedih jika dalam jangka sekian lama tidak ada tamu yang berkunjung kepada kita karena tamu yang datang membawa rahmat.  4)Biasanya orang yang bertamu mengucapkan salam dan kita menjawabnya maka kita memperoleh 10 s.d 30 pahala. (lihat hadist tentang mengucap salam)  5).Biasanya berjabat tangan  (tentunya di luar masa pandemi covid 19) maka mereka akan memperoleh ampunan dosa sampai mereka berpisah. 6) Biasanya mereka tersenyum maka mereka memperoleh kebaikan "Senyumanmu di wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Sebaliknya kita harus mengerti batasannya agar terjadi silaturahmi yang benar-benar membahagiakan hati kedua belah pihak ( bagi penerima tamu dan tamunya) seperti :

Bagi Penerima tamu:

1)      Jangan menunggu sampai tamu datang, sebaiknya kita memasak makanan,kemudian mengundang orang untuk datang makan bersama kita.

2)      Hak seorang tamu untuk dilayani adalah selama 3 hari. Selama itu tuan rumah dianjurkan agar menghormati dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Lebih dari 3 hari pelayanan kita dianggap sebagai sedeqah.

3)      Jangan sekali-kali menyusahkan tamu, disunnahkan agar melayani keinginan tamu.

4)      Disunnahkan bagi tuan rumah agar menemani tamu makan.

5)      Bila tamu akan pulang maka disunnahkan bagi tuan rumah untuk mengantarkannya sampai ke pintu rumah. 

 Bagi yang bertamu:

1)      Makanlah apa yang dihidangkan, jangan meminta sesuatu yang tidak dihidangkan.

2)      Jika akan puasa ( puasa sunat ataupun selain bulan Ramadhan )hendaknya meminta izin dulu dari tuan rumah.

3)      Jika sedang berpuasa selain Ramadhan, puasa nazar atau qadha, maka sebaiknya berbuka, jika bertamu kemudian dihidangkan makanan oleh tuan rumah.

4)      Dianjurkan agar jangan menjadi imam sewaktu shalat berjamaah, jika sedang bertamu di tempat orang lain.

Demikian semoga ada manfaat dan Niat mengamalkan Insyaallah...

 

Blitar, 4 Desember 2020.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar