Kamis, 23 Desember 2021

PUISI IBU




Oleh. Hariyanto

Salam Literasi,

Kali ini saya mencoba menulis puisi bertema "IBU" untuk mengenang kasih sayang Ibunda di hari Ibu tahun ini. Semoga tulisan ini menjadikan kasih sayang ibu semakin abadi. Semoga Ibuda dan Ayahanda mendapat tempat termulai di sisi-Nya. Al Fatihah. Aamiin.

Ada yang ingin saya tampilkan sebuah puisi lain di sini disamping puisi saya sendiri. Saya ingin menampikan sebuah puisi yang bertema Ibu karya sastrawan dan penyair, dosen Unesa Tengsoe Tjahjono. Tujuannya adalah berharap untuk mendapatkan gambaran lebih luas tentang sang IBU dalam tulisan puisi. Ini untuk menambah cakrawala wawasan dalam menulis puisi. 

Tentu saja saya juga ingin belajar banyak dari puisi beliau, yang sering menggunakan bahasa lugas, sederhana namun pilihan diksinya yang mendalam. 

Semoga pembaca juga memperoleh manfaat dari tampilan puisi beliau. Aamiin.

Salam Literasi,


Blitar, 23 Desember 2021

Hariyanto


IBU
Oleh : Hariyanto
 
Kini aku harus mengenang
Betapa dulu aku ditimang
Dalam hangat dekapan
Penuh kasih sayang
Pagi siang malam
 
Aku juga merasa nyaman
Walau sakit, betapa kasihnya
Menyelimuti harap dan doanya
Melindungiku
Dari kelemahan ringkihku
 
Tatkala lapar
Tiada pernah terlupakan
Air susu kasih sayang
Membesarkan badanku
Tumbuh sehat selalu
 
Tatkala sulit mengeja
Sebuah kata terbata
Engkau nyalakan pelita
Menghalau gelap
Mengantar fajar ilmu
 
Tak banyak cakap
Selain doa penuh harap
Untuk diriku mulia
Harus tinggi di langit
Tak terbatas di atasnya.
 
Kini aku termangu
Melihat anak-anakku
Tumbuh dewasa
Mengalir darah ibunda
Dan ayahanda tercinta
 
Cucu dan cicit terlahir
Entah untuk keberapa kali lagi
Ujung perjalanan ini
Jejak sang ibu mengukir sejarah
Kasih sayang sepanjang masa.
 
Ya Allah
Tempatkanlah ayah bundaku
Dalam tempat termulia di sisi-Mu
Sungguh anganku tak menjangkau membalasnya
Hanya doa terpatri  untukmu
 
Semoga teladanmu
Menjadi permata di surga
Semoga kasih sayangmu pada kami
Menjadi abadi di sana
Bersama senyum tulusmu. Aamiin.
 
Blitar, 23 Desember 2021
Hariyanto


Berikut karya  baru Tengsoe Tjahjono yang bertema IBU


Tengsoe Tjahjono
Darimu Aku Belajar Kata-Kata

Mama, katamu
Kuamati gerak bibir dan mata yang danau
Kuingat dalam hati yang kuyup
Sebuah wajah padang rumput, hutan pinus, dan udara berkabut

Kupanjat senyum, kudaki peluk
Sambil kuingat kata-kata
Yang ditabur dan dipupuk 
Pada ladang jiwa yang tumbuh
Berakar dan bermekar
Menuliskan labirin sejarah
Dari hangat rahim

Kata mama ialah kata pertama yang tak mudah dilupa
Mama itu bumi tempat lahir dan tumbuh
Ia sediakan udara, air, dan api
Ia siapkan tumbuhan, hewan, bukit dan batu-batu
Dekapannya terasa ketika cuaca dingin melecut kulit dan jantung
Dipanggilnya angin ketika udara terbangkan sengat panas
Dicucinya aku dengan airmata ketika terjatuh pada lubang gelap
Dan nyaris lenyap

Kata kedua yang diingat tetaplah mama
Yang menyalakan tungku di dapur
Melambungkan asap mimpi ke angkasa
Berkerjapan di antara bintang-bintang
Yang memompakan energi ke sungai darah di tubuh
Membangun pilar-pilar pengetahuan dari dongeng
Dan kisah yang dituturkan menjelang tidur

Dan kata ketiga
Masih saja mama
Yang berdoa pada separoh malam, pada setiap langkah
Menapaki lorong nasib tak menentu
"Pulanglah pulang, ketika beliung berputar, mengaburkan pandang."
Di gerbang depan, tangannya terbentang
Memelukku, putra yang kalah
Kembali ke rumah

Bisa jadi kata kesejuta
Yang hangat kuingat
Hanyalah mama

13 Desember 2021
#Menyongsong hari Ibu



1 komentar: