Kamis, 06 Mei 2021

Pendidikan Sepanjang Hayat dan Literasi

 




Tentangan menulis antologi bertema Menggerakkan Literasi Mencerdaskan Generasi saya buka selamat satu bulan full di bulan Mei.

Tantangan menulis  Antologi kali ini adalah tantangan bergengsi. Ada dua misi sekaligus yang diemban penulisnya, pertama membawa nama sekolah, kedua misi mulia telah menggerakkan literasi sekolah dan mencerdaskan generasi. Saya menemukan banyak hal luar biasa dalam kegiatan ini. Mereka yang mampu menjawab tantangan sekitar 25 guru, selebihnya masih proses yang diragukan finalnya karena belum mampu menghalau “sibuk.”

 

Untuk menuliskan masalah literasi sekolah, memang harus ada kesamaan konsep dasar dari masalahnya yaitu  minat baca yang kurang .Konsep sesuai temuan survey PISA.  Konsep ini harus dipahami sama, bahwa negeri kita menghadapi namanya “krisis literasi.”  Literasi apa saja, tetapi yang paling mendasar  literasi ini adalah literasi baca tulis.

 

Tidak heran kiranya saat ini kurikulum saat ini mengarah  adanya pelaksanaan AKM ( Assesmen Kompetensi Minimal) di setiap sekolah. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi.

 

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

 

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan

 

Dari sini kita bisa memahami konsep dasar literasi membaca, yang bertujuan akhir mengembangkan kapasitas individu agar berkontribusi positip kepada masyarakatnya. Ini artinya jika literasi sukses maka masyarakat sukses. Luar biasa kan !

Logika berpikir demikian harus dipahami oleh para pegiat literasi yang termasuk guru, Kepala Sekolah, Aktivis pendidik, dan para keluarga yaitu orangtua dari siswa.

 

Apakah gerakan literasi sekolah ini sebuah impian ?

Ibu Emi Sudarwati guru dari SMP di Bojonegoro perah inobel bidang SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal) pada tahun 2015 dan menjawab semuanya bahwa literasi sekolah bukan mimpi. Literasi itu hidup dan harus dibangun dengan sepenuh hati, secara terus menerus dan sambil memasukkan nilai-nilai karakter baik untuk kehidupan di abad ini. Beliau sudah membuktikan mampu menulis ratusan buku bersama siswa-siswanya.

 

Jangan ragu memajukan literasi sekolah. Banyak ide yang bisa dibangun mengawali gerakan literasi sekolah. Bisa melalui gerakan literasi kelas (GLK) bisa dari kepeloporan Kepala Sekolah untuk memulainya bisa dengan menggabungkan menghafal kitab suci, bisa dengan kegiatan membaca 30 menit setiap hari, mengapresiasi karya guru dan siswa, dan jalan lainnya.

 

Setidaknya buku nantinya menggambarkan hasil kegiatan Literasi Sekolah yang telah dialami oleh beberapa sekolah. Misi utamanya adalah pembelajaran sepanjang hayat. Karena ini praktek Pendidikan Sepanjang Hayat. Kelasnya ada dimana saja, waktunya kapan saja, targetnya semampunya, tujuannya sesuai kebutuhannya. Penilaiannya harus mampu menilai dirinya sendiri. Jika ujian di sekolah suka ngintip pekerjaan teman, kan tidak mungkin dirumah dilakukan. Begitu menilai dirinya dengan standart baik maka hasilnya akan baik. Itulah sejatinya Pendidikan Sepanjang Hayat, sedangkan literasi yang sadar membaca dan menulis secara mandiri adalah roh dari penididikan itu. Long Life Education.

Salam Literasi

 

Blitar,  6 Mei 2021

hariyanto

 

 

2 komentar:

  1. Betul sekali... Master Haryanto. Dengan berbagi pengalaman dari guru2 tentang literasi di sekolah. Kita banyak ilmu pengetahuan yg keren...

    BalasHapus
  2. Banyak cara untuk meningkatkan kemampuan literasi. Ini adalah langkah nyata memulai dari sebuah buku. Mantap Pak Hariyanto.

    BalasHapus