Kamis, 24 Februari 2022

ROMAN-ROMAN TERGOLEK

 



 

 

ROMAN-ROMAN TERGOLEK

Oleh. Hariyanto

 

Roman-roman tergolek lunglai

Tanpa tenaga

Tanpa daya

Begitu saja bersandar

Di atas bumi

.

Pandemi menghabiskan kekuatannya

Luluh lantakkan sendi hidupnya

Tak tersisa sedikit pun

.

Kapan semua berakhir

Apakah menunggu napas

Berhenti

Karena saat ini napas pun

Tinggal satu-satu

Keluar masuk

Antara mati hidup

Menunggu pasokan

Oksigen penghidupan

.

Menunggu

Menunggu

Satu harapan

kepastian

Sisa hidup

Dari yang Maha Menghidupkan.

 

Burung kutilang

Bernyanyi merdu

Dari balik sangkar emas

Memecah sunyi

.

Suara batuk terbata-bata

Tak lagi bisa ditahan

Oleh tangan melemah

Yang menutup sunyi.

 

Blitar, 24 Februari 2022

 

 





12 komentar: