Jumat, 22 Juli 2022

Kumer dan Pembelajaran Berdiferensiasi

 


 

Oleh; Hariyanto

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Menurut Tomlinson (2000) dikatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa diferensiasi tidak berarti bahwa guru harus dapat memenuhi kebutuhan semua individu setiap saat dan setiap waktu. Guru diharapkan dapat menggunakan berbagai pendekatan belajar sehingga sebagian besar murid menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pembelajaran ini adalah salah satu ciri kumer yaitu pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.

Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain:

1)Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)

2)Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)

3)Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Terdapat tiga strategi diferensiasi diantaranya;

1.) Direfensiasi konten menguraikan konten yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadapan kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya. Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

2. ) Diferensiasi proses yaitu  mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari. Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:

a.) menggunakan kegiatan berjenjang  b) meyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat, c)  membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas, memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas, d.)  mengembangkan kegiatan bervariasi

 

3.) Diferensiasi produk berhubungan dengan hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita (karangan, pidato, rekaman, doagram) atau sesuatu yang ada wujudnya.  Produk yang diberikan meliputi 2 hal  :  a.)  memberikan tantangan dan keragaman atau variasi, b) memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya. Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik. Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal.

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tentunya kita akan mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Guru harus tetap dapat bersikap positif.  Sikap positip itu antara lain :   a) Terus belajar dan berbagi pengalaman dengan teman sejawat lainnya yang mempunyai masalah yang sama dengan kita (membentuk Learning Community) b) Saling mendukung dan memberi semangat dengan sesama teman sejawat.

Menerapkan apa yang sudah kita peroleh dan bisa kita terapkan meskipun belum maksimal.  c) Terus  berusaha untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah diterapkan.

Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yang dikenal dengan sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya.

Dalam menerapkan pembelajaran differensiasi langkah guru harus melakukan assesmen diagnosis, untuk mengetahui, profil siswa, kesiapan belajar dan minat siswa. Langkah ini akan memberikan hasil positip menetapkan berbagai pendekatan belajar, pemilihan tehnik, metode dan media pembelajaran. Sehingga dampak akhirnya adalah mampu membelajarkan siswa sesuai dengan minat, kesiapan belajarnya. Bisa dipastikan pembelajaran menjadi hal yang menarik dan menyenangkan. Inilah salah satu pesan yang ada di dalam kurikulum merdeka. Semoga bisa diterapkan dengan baik. Aamiin.

 

Blitar, 22 Juli 2022

Hariyanto

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar