Minggu, 10 Juli 2022

Seandainya K-13 Berjalan dengan Sukses ?

 


Oleh : Hariyanto                                                     

 

            Siapa yang tidak mengenal K-13, setelah diperkenalkan sejak tahun 2013 di semua lembaga pendidikan di Indonesia. Saat itu gaungnya sungguh terasa. Bukan karena kabaharuannya, bahkan dalam beberapa alasan kemunculannya. Seperti pada umumnya kurikulum baru K-13 disosialisasikan dengan sangat intensif dan gencar kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Seperti berburu waktu, pelaksanaannya juga dalam waktu relatif singkat. Buku siswa dan Buku guru pengiring K-13 dihadirkan langsung untuk disajikan di depan siswa dan guru. Pelatihan K-13 pun berjalan masif, walau sempat ditunda pelaksanaannya saat ganti Menteri baru.

            Kita sempat melihat dan merasakan semangat pembaharuan pendidikan yang dibawakan K-13. Lihatlah latar belakang munculnya K-13 saat itu dengan mempertimbangkan berbagai kompetensi antara lain :

Kompetensi Masa Depan

1)      Kemampuan berkomunikasi

2)      Kemampuan berpikir jernih dan kritis

3)      Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan

4)      Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab

5)      Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan

6)      yang berbeda

7)      Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal

8)      Memiliki minat luas dalam kehidupan

9)      Memiliki kesiapan untuk bekerja

10)  Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya

11)  Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Pandangan yang sangat komplit terhadap suatu kompetensi yang bisa dimiliki oleh siswa.
Disamping itu juga K-13 muncul setelah tahun 2000, yang mana orientasi kurikulumnya sudah berbasis Kompetensi,bersifat praksis. Yang mana merupakan gabungan erat antara ciri kurikulum berbasis materi, berbasis  proses dan produk .  Prinsip pengembangan K-13 adalah Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi. Bukan hal itu sangat ideal dan begitu sejalan dengan Kumer saat ini ?

 Ada 4 Perubahan Besar dalam Kurikulum 2013 dibanding kurikuum sebelumnya yaitu :  1) Konsep kurikulum: Seimbang antara hardskill dan softskill, dimulai dari Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. 2) Buku yang dipakai : - berbasis kegiatan (Activity base) - Untuk SD ditulis secara terpadu (Tematik terpadu) 3). Proses Pembelajaran. 4) Proses Penilaian.

K-13 juga memperhatikan pembentukan karakter siswa antara lain melalui pembinaan Pramuka, Budi Pekerti maupun Literasi serta pembiasaan baik lainnya.

Sampai disini kita bisa melihat sebenarnya ada titik persamaan yang hendak dituju dalam K-13 dan Kumer saat ini.  Karena  terjadi perubahan besar akibat pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, mengakibatkan proses pembelajaran di sekolah menjadi berbeda, sehingga muncul sebuah alternatif Kurikulum (2013) Darurat; yang memuat materi essensial di sekolah. Kemudian kurikulum darurat inilah menjadi titik lahirnya Kumer.

Hal yang mungkin membedakan adalah Pertama, model pelaksanaan atau proses pembelajarannya. Bahwa K-13 belum terlalu mengedepankan penggunaan IT dalam hal ini komputer dan HP Android dalam pembelajaran, maka Kumer sangat memperhatikan hal itu karena situasi dan kondisi yang mengarah pada penggunaan media tersebut. Kedua, penekanan pendidikan karakter lebih ditegaskan lagi dengan adanya kegiatan Projek Sekolah berbasis Pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang langsung diberikan alokasi waktu yang cukup, yaitu 72 jam pertemuan dalam setahunnya.

Jika menyorot pada model pembelajarannya kedua kurikulum ini tidak jauh berbeda bahkan sama, yaitu menggunakan model pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik antara lain, Problem Based Learning  (PBL); Discovery Learning, dan Inquiry.  Jika menyorot masalah assesment, hanya berubah nama dari Penilaian Harian (Formatif) ; Penilaian Akhir Semester ( Sumatif).  Selebihnya adanya Capaian Pembelajaran yang diatur dalem beberapa fase, serta pembaharuan model RPP dalam bentuk Modul Ajar.

Apa pun keadaannya kini, kita hanya bisa berucap “Selamat Tinggal K-13.”

Kita sambut dengan merdeka Belajar menggunakan Kurikulum Merdeka dan kita jalani setiap tahapan dengan profesional sebagai seorang guru.  Dengan mendalami kelebihan dan kelemahan dalam setiap Kurikulum, kita berharap bisa memetik hal-hal baik dari praktik sebelumnya untuk kemudian ditingkatkan untuk ke depannya.

Sebagai guru , siswa maupun orangtua, kita berharap semoga kumer ini akan benar-benar membawa perubahan di dunia pendidikan lebih baik secara cepat.

Semoga.

 

Blitar, 10 Juli 2022

Hariyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar