Sabtu, 10 Juli 2021

KEDONDONG BERDUKA

 

Kedondong Berduka

# Puisi_hariyanto

 

Sulit digambarkan

Betapa perpisahan itu menyakitkan

Meninggalkan kedalaman makna

Di hati yang masih terjaga

 

Sulit dipercaya

Sepekan, berturut berguguran

Selesaikan tugasnya di dunia fana

Menuju haribaan-Nya

 

Sepertinya mereka berjanji bersua

Di satu tempat yang amat ringan

Dalam hening mendalam

Melayang saling sapa

 

Dalam majelis doa

Di dunia pun terus dilangsungkan

Gemuruh zikir

Penuhi dalam tanah kuburan

 

Mereka bebas melayang

Dalam ruang hampa namun  bahagia

Senyumnya ceria

Melambaikan seribu harapan

 

Marilah kita siapkan diri

Kami telah menanti

Di kedamaian

Dan keharuman kenanga siang tadi

 

Zikir tujuh hari susul menyusul

Hampiri mereka di alam kubur

Arwah yang tengadah

Cucuran doa dan harap bersama

Meluruh di alam kubur

Sukacita gemuruhnya

Di telan bumi malam ini

Dalam gelap yang tersirat cahya

Doa-doa yang terjaga

Dari putra dan amal sholehnya

Dari kesabaran dan ikhlasnya

Selama hayat di dunia

Memberikan senyum

Bahagia

 

Selamat jalan Bu Nik Sumarni, Zaenab Hindun dan

Patmiati Darmo.

Bersualah dalam bahagia

Menanti surga-Nya

Yang dijanjikan-Nya

 

Blitar, 10 Juli 2021

# edisi Jalan Kedondong berduka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar