Sabtu, 24 Juli 2021

Pentigraf TRAGEDI DAN SELFI

 

Pentigraf TRAGEDI DAN  SELFI

#hariyanto_pentigraf

 

Beberapa orang bergerombol di jalan pertigaan Kampung pagi itu. Semenjak truk besar datang subuh tadi ternyata mengundang keingintahuan warga Kampung itu. Sebuah truk besar menurunkan sebuah truk kecil  yang  diparkir di pinggiran pertigaan dengan body kepala truk tidak utuh lagi.

 

Semakin siang semakin banyak warga di sana. Beberapa orang memanfaatkan kondisi itu dengan selfi. Memang obyek yang unik itu sangat menarik untuk dijadikan obyek selfi. Hanya beberapa orang tidak mau melakukannya bahkan ngeri melihatnya, tentu sambil membayangkan betapa “dahsyatnya” benturan itu. Body kepala truk yang ringsek parah di bagian kiri akibat benturan keras telah membuat sopirnya meninggal dunia.

 

Tangisan sang ibu berderai ketika sebuah ambulans mengantar jenazah putranya. Putra keduanya baru saja puilang dari luar negeri setahun lalu sebelum memutuskan membeli sebuah truk untuk usaha barunya. Walau agak bandel ketika disuruh sholat dan mengaji sang ibu tetap sabar selama ini, Sebuah tas kecil ikut dikirimkan bersama jenazah berisi surat-surat mobl dan dan sejumlah uang. Sang ibu semakin tersedu ketika mendapati sebuah buku kecil “Belajar Sholat, dan Belajar Mengaji.” dii dalamnya. Sang Ibu terpana melihat lipatan foto selfi putranya di depan truknya yang masih utuh. Sang putra lagi tersenyum seperti kemarin sore sebelum berangkat.

 

Blitar, 24 Juli 2021

@Hariyanto_pentigraf

6 komentar:

  1. Ya Allah kisah yg mnegenaskan, apakah ini kisah nyata Pak?

    BalasHapus
  2. Semoga buku kecil menjadi catatan kebaikan untuknya.

    BalasHapus
  3. Mesakne. Tokoh utamane siapa ini nanti? Penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekedar untuk pembelajaran saja Bung Rifai.....yang penting ada nilai manfaat disana, selanjutnya tokoh utama bisa berkembang nanti

      Hapus