Minggu, 17 Oktober 2021

MENULIS PUISI FOKUS "SEPAK BOLA"

Oleh, Hariyanto

Saya sangat berterimakasih mendapat masukan begitu berharga dari Dr. Endang Kasupardi dalam menulis puisi P20. (Puisi 2.0 ) . Yaitu catatan untuk puisi            SEPAK BOLA yang disebutnya sebagai sebuah TOPIK. Maka untuk fokus TOPIK itu harus dipecah menjadi beberapa bagian seperti ; BOLA, WASIT, PEMAIN, SEPATU, KOSTIM,  PENJAGA GAWANG dll. Maka dari itu sahabat disini saya mencobanya menguraikan. Mohon masukannya nggih.

Note : Ini masukan beliau di WA....saya kutipkan utuh

Sedikit ada yang keliru. Saya langsung koreksi agar tidak menjadi salah paham berkepanjangan.

Jika ingin membahas sepak bola, maka sepak bola adalah TOPIK. Dari topik ini dibagi bagi lagi menjadi beberapa TEMA, yakni; ada wasit, bola, pemain, lapang, penjaga gawang, rumput, kerikil, bendera, pluit, dlsb.

Dari tema tema yang banyak itu, pilih salah satu, dan itu menjadi fokus bahasan untuk puisi dan dijadilan judul sementara.

*) meluruskannya seperti itu

 (ENDANG KASUPARDI)

 

 

Ini contoh P20. Judul awalnya

SEPAK BOLA

 

Ketika bola ditendang

Berebutlah mereka

Dengan segala upaya

Menjegal menyodok

Mendorong menendang

Pada satu arah

Yang sama

 

Malam ini saya mencoba memecah TOPIK sepak bola menjadi beberapa tema /fokus  . Semoga sesuai harapan.

BOLA

Bola bundar

Punya sejarah besar

Berputar tiada henti

Diberbagai laga

Ketika kaki emas menendangnya

Melayang

Memantul ke segala bidang

 

PEMAIN BOLA

 

Aku juga manusia

Begitu nyanyian pemain bola

Tatkala tendangannya

Melesat tanpa sasaran

Namun ada juga

Bermain seadanya

Bersama Gajah.

 

 

PEMAIN PROFESIONAL

 

Muda

Matang

Penuh perhitungan

Tampan

Gesit lincah

Cekatan

Tanpa ragu

Menendang bola

Masuk ke gawangnya .

 

 

WASIT SEPAK BOLA

 

Peluit panjang

Memecah suara di lapangan

Seketika gemuruh kakinya

Menyatu dengan pemain

Berlari tanpa henti

Telisik kecurangan

Tanpa pandang bulu.

 

 

PENJAGA GAWANG

 

Sesaat terpana

Ada bundaran melayang di depannya

Begitu pelannya

Sepersekian detik

Dia terhennyak

Ketika bola bersarang

Di belakangnya.

 

PAHLAWAN BOLA

 

Tatkala tangkisan itu

Membuat bola muntah

Keluar gawang

Untuk kesekian kali

Membawa harum bangsanya

Dari bawah gawangnya.

 

SEPATU

 

Lapangan hijau

Memerlukan sepatunya

Yang dia beli

Dari keringat ibunya

Yang menabungkan

Sedikit demi sedikit

Kumpulan butir-butir nasi.

 

Blitar, 17 Oktober 2021




3 komentar:

  1. hebat
    hebatitu ada
    tak hanya sebuah kata
    kata bernakna
    dari hati

    BalasHapus
  2. Wah terimakasih Mbak Widut.......saya masih belajar ini. Mohon masukannya ya

    BalasHapus
  3. Semakin terasah, semabgat terus berkarya..

    BalasHapus