Senin, 18 Oktober 2021

PUISI PUISI CANTIK 2.0 TENTANG ALAM




Oleh. Hariyanto

Berikut saya sajikan beberapa puisi 2.0 yang indah dan berkisah tentang alam. Puisi ini karya guru kami Endang Kasupardi dan beberapa rekan seperti Lestari, Rasopset, Tresna  , Enang Cuhendi dll. 

Saya juga menyuguhkan puisi yang mengisahkan turun hujan pertama kali siang ini di.kota saya Blitar 

Ada perasaan bahagia berjumpa.turunnya hujan pertama ini.....karena memang sangat diharapkan. Alam pun menjadi segar bersanaan basahnya bumi.

Rintiknya teratur dan cukup lama. Penanda hujan tidak ingin cepat selesai. 

Maka puisi di bawah ini adalah salah satu ekspresi menuliskan kesan indahnya.

 

Semoga terhibur. Aamiin.

 

ANAK KITA INGIN MANDI

Oleh, Endang Kasupardi

 

segerala berlabuh 

jangan terus bermain buih

 

lihatlah pelangi

kecil-kecil

pada dinding batu

saat 

air sedang 

menetes di sudut 

matanya

 

 

TUTUP

Oleh. Endang Kasupardi

 

jiwa-jiwanya mulai 

berembun

dua tiga jam 

akan segera menguap

pasrah

lihat saja

matanya sudah mengerling

genit

di atas 

bukit

 

18 Okotber 2021

 

PASIR JIMAT

Oleh. Lestari

 

kabut

turun

perlahan

merayap

pada setiap celah

rumpun ilalang

basah

 

 

~caritabumi (P2.0)

 

 

DI CIPUNAGARA

Oleh. Lestari

 

selembar daun bambu

menggelepar

liar

terjepit bebatuan

di tengah arus

sungai

cipunagara

 

 

~caritabumi (P2.0)

 

 

REMBULAN DI SUDUT JALAN

Oleh. Lestari

 

malam semakin jauh

wajah rembulan

memucat

pias

di bawah pendar

lampu sudut

jalan

 

 

~caritabumi (P2.0)

 

 

PAK TUA

Oleh. Tresna

 

suara lirih

nyaris tak terdengar

kulit keriput

badan membungkuk

tertatih

di jalan raya

 

 

 

BUMI

Oleh. Tresna

 

suara lirih

nyaris tak terdengar

kulit keriput

badan membungkuk

tertatih

di jalan raya

 

 

MUSIM HUJAN

Oleh . Rasopset

 

usia kemarau berakhir

hari ini

hujan merenggut napasnya

ditebarkannya

pada tanah

basah

 

 

 

ANGIN KENCANG

Oleh, Hariyanto

 

Hembusannya kencang

Menyapu debu

Terbang bersama

Dedaunan kering

Lihatlah gagahnya

Dialah pengantar

Rintik hujan pertama

Menyapa kemarau.

 

Blitar.18.10.21

 

 

HUJAN PERTAMA

Oleh Hariyanto

 

Titik-titik air

Rinai

Begitu mesra

Menyapa bumi

Sampai basah

Menembus ulu hati

Ada bisikan 

Aku sudah terlalu

Rindu

 

Blitar.18.10.21

 

 

HUJAN SIANG INI

Oleh. Hariyanto

 

Rintiknya

Bersenandung mesra

Menjamah bumi

Membasah lembut

Mesra

Tak peduli

Seribu mata memandang

Di balik payung

Dan pepohonan.

Blitar. 18.10.21

 

HUJAN MALAM

Oleh, Kang Enang

 

 

Di sendunya malam\

Bulir air menetes di pelupuk awan

Membasahi bumi

Membasuh alam

Mengalirkan karunia ilahi

10/19/2021


2 komentar: