Jumat, 26 Maret 2021

Menggerakkan Literasi Sekolah dalam Sebuah Presentasi

 


SALAM LITERASI

Baca, baca dan bacalah, dengan menyebut Asma Allah.  Perintah agama ayat pertama AL Quran yang mulai adalah QS Al Alaq 1 – 5 . Perintahnya jelas untuk membaca....

Hari ini pak Guru berbahagia sudah melewati tugasnya di hari ke-3 seleksi KS Berprestasi di kotanya. Ada rasa syukur di dada tatkala presentasinya mengangkat masalah “ Menggerakkan Literasi Sekolah di Masa Pandemi Covid 19.” Presentasi itu benar-benar didasarkan atas pengalamannya di lapangan dan masih berjalan sekitar 2 bulan ini. Karena siswa harus mengisi form perihal hasil kegiatan setelah membaca, maka data siswa masih tersimpan rapi di drive. Itulah modal tambahan keyakinan untuk berargumentasi di depan juri penguji.

Hari ini memang cukup menegangkan. Ppt untuk tampilan yang dibuat semalam harus diuji dan di sharescreen dihadapan peserta lainnya. Ada sesi tanya jawab perihal presentasi itu. Pengalaman siang ini menjadi pelajaran berharga . Masalah alat tehnologi menjadi mutlak diperlulkan dikala uji presentasi di masa pandemi ini. Setidaknya harus disiapkan koneksi internet yang cukup dan latop yang baru tehnologinya. Latop keluaran lama disarankan tidak dipakai dulu untuk acara sepenting itu. Itulah salah satu hal yang mendebarkan tadi.

Begini ceritanya. Tatkala dipanggil melalui zoom, saya menjawab siap. Itu pun dengan penuh keyakinan melambaikan tangan dan sambil sesekali mengacungkan jempolnya . Namun apa daya, tatkala akan membuka dokumen ppt yang sudah disiapkan tiba-tiba latop model 2005 – an itu berputar-putar saja layarnya. Seperti menarik beban berat tidak segera muncul gambar. Alhasil giliran saya ditunda digantikan teman berikutnya. Hal ini membuat pikiran menjadi kalut dan membuat keringat bercucuran.

Peristiwa itu berlangsung sampai 3 kali hingga akhirnya saya menggunakan latop sekolah model baru satu-satunya yang kebetulan sedang menganggur. Alhamdulillah presentasi pun lancar.

Saya menjelaskan bagaimana pentingnya Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan karena untuk mengangkat ,martabat siswa. Siswa yang rajin membaca akan mendapatkan begitu besar manfaat disamping mendapatkan pengetahuan juga ketrampilan menulis. Karena ada keterkaitan kuat dalam hal membaca lalu dilanjutkan dengan menulis. Ya menulis apa saja, review, resume, kata indah, kata bertanya, pantun, puisi, cerita dan lainnya. Karya mereka akan dikumpul dalam satu protofolio, dan setelah jadi satu karya baik akan diterbitkan menjadi buku ber ISBN. Langkah ini kelihatan sederhana namun perlu diambil dengan penuh kesabaran dan terus menerus.

Bagaimana melaksanakan GLS di tengah Pandemi Covid 19 yang dilarang berkerumun, apalagi membawa buku saing bersentuhana tukar menukar ? Perpustakaan  Proklamator  Bung Karno menerapakan layanan dibungkus dengan plastik khusus. Bahkan ada layanan anggota pinjam, buku diantar. Presentasi kali ini menjawab hal itu. Gagasan saya adalah siswa diajak membaca buku dengan cara mengambil sendiri buku yang disuka, buku cerita anak-anak yang diterbitkan di bawah Pusat Bahasa sejumlah 100 judul lebih. Buku berbentuk pdf itu di muat di web sekolah. Setelah membaca siswa diharuskan mengisi form yang berisi nama, kelas, judul buku dll. Jika sudah terbentuk minat baca tinggi dilanjutkan kegiatan menulis juga melalui form. Kalimat atau kata-kata, Cerita atau puisi. Selesai........GLS di tengah Pandemi pun berjalan dengan baik.

Kabar baiknya, gagasan itu termuat dalam buku saya berjudul “ Menggerakkan Literasi Sekolah Mengangkat Martabat Siswa.” Yang akan terbit di bulan Maret ini. Buku ini pula saya persembahkan untuk semua peserta menulis antologi nantinya dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021. Buku ini berisi pengalaman beberapa guru yang sukses dalam menggerakkan Literasi Sekolah dengan seluruh kiatnya. Buku ini juga mencoba memberi wawasan betapa negara yang literat di Finlandia, atau Australia, sangat menghargai budaya membaca. Ada paket bagi ibu melahirkan berupa buku-buku bacaan dan dongeng untuk anak, termasuk parenting. Ada program “tantangan membaca  1000 buku bagi  sebelum anak masuk sekolah. Luar biasa.

Siapa pun yang tertarik ikut menulis bersama dalam kurun waktu April 2021 ini dapat mendaftarkan diri pada link berikut : http://bit.ly/Pndftrn_MenulisGLS.

Milikilah buku tersebut dengan cara bergabung  dalam Antologi ini.

Hari ini saya bersyukur dan lega karena gagasan saya tersebut telah ikut dipresentasikan dalam event pemilihan GTK Berprestasi tahun 2021 di kotaku.  Ini hari ke 3 hari terakhir seleksi. Mohon doanya agar bermanfaat, dan bisa menjadi satu pemenangnya.

 

Blitar, 26 Maret 2021

Oleh : Hariyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar